Tentang Fahd Djibran dan Jatuh Cinta

Ramadhani Syah Fitri
Karya Ramadhani Syah Fitri Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 31 Januari 2016
Tentang Fahd Djibran dan Jatuh Cinta

?

Awal Pertemuan

Siang itu sepulang sekolah, aku pergi menuju toko buku yang berada di mall dekat sekolahku. Toko buku itu sering kusebut perpustakaan yang lebih menyenangkan daripada perpustakaan sekolahku yang koleksi bukunya ?stok lama? dan kurang ada variasi.

Aku tidak sendirian. Bersama empat orang temanku, kami ke toko buku dengan antusias seperti biasanya. Dan seperti selayaknya rumah sendiri, kami berpencar mencari rak-rak buku bacaan favorit kami.

Sebagai seorang siswa biasa, yang tidak punya uang saku lebih, kami cukup senang melakukan ini. Membaca buku di toko buku tanpa membelinya. Dan dalam sekali kunjunganku, aku bisa membaca tiga sampai empat buku sampai tamat. Untuk yang ini, maaf teruntuk para penulis. Peace!

Bisa dibilang, aku adalah seorang pembaca segala. Random. Terkadang membaca novel, buku motivasi, social science, sampai buku kocaknya Raditya Dika. Dan siang itu, aku mencoba membaca buku dari rak novel paling bawah, diantara buku yang tumpukannya tidak rapi. Sambil mencari judul yang paling menarik, bertemulah aku dengan buku berjudul ?Curhat Setan.?

?

Jatuh Cinta

Buku bersampul putih sederhana, yang sampulnya hanya terdapat judul tanpa gambar setan. Yang jika dilihat dari samping buku itu seperti berwarna merah muda. Kala itu buku yang kubaca sudah lumayan lusuh, tapi karena penasaran aku tetap membacanya. Halaman pertama terus membawaku cepat beranjak ke halaman selanjutnya. Bukunya tidak tebal, aku suka. Ceritanya bukan novel, dan aku tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Tapi kali ini berbeda, aku ingin memilikinya. Buku ini berhasil bikin aku jatuh cinta, dan beberapa kali bikin aku manggut-manggut karena setuju atau karena merasa mendapat pencerahan baru tentang memandang hal-hal sederhana dalam kehidupan ini. Lalu, meskipun aku sudah tamat membacanya, aku memutuskan untuk membelinya.

Semenjak itu aku mengenal Fahd Djibran (nama penanya kala itu) melalui karya-karya buku yang ia tulis. Curhat Setan adalah yang pertama yang membuatku jatuh cinta. Setelah itu aku membaca karya-karyanya yang lain, A Cat In My Eyes, Yang Galau Yang Meracau, Perjalanan Rasa, Semesta Sebelum Dunia, Tak Sempurna, dan yang baru-baru ini kubaca, Jodoh. Aku juga suka dengan project kolaborasinya dalam ?Revolveree Project?

Hari itu adalah lima tahunan yang lalu. Ketika usiaku tujuh belas. Usia ketika manusia berada di waktu pencarian jati diri. Dan aku bersyukur, aku pernah membaca buku itu. Buku yang membawaku membaca buku-buku Fahd yang lain. Pemikiran-pemikirannya, pertanyaan-pertanyaannya, yang sederhana tapi mendasar. Aku tumbuh dari gadis remaja hingga beranjak dewasa dengan sedikit banyak terpengaruh dengan cara berfikir di buku-buku Fahd.

Menjadi penanya ulung yang terkadang menyebalkan orang yang ku tanyai. Sejujurnya aku sedang menerapkan ?lima mengapa? setiap hari. Menjadi orang dalam zona abu-abunya. Menulis keseharianku yang kelak akan menjadi sejarahku untuk anak cucuku. Tidak lagi menyalahkan ?Setan? ketika melakukan atau melihat sebuah ?dosa?. Lebih memaknai hidup yang terkadang tidak seperti yang kita inginkan. Always use the tagline ?Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya? untuk memperdalam keyakinanku. Dan menjadi manusia yang merasa beruntung karena telah dilahirkan. Satu lagi, spirit yang ku ambil. Aku harus punya karya, agar aku dikenang.

?

Rantai Inspirasi

Fahd telah menjadi inspirator dan cukup berpengaruh dalam mengubah pandanganku terhadap hal-hal. Bahkan banyak hal, kurasa. Selain menular, spirit menginspirasi barangkali memang didesain berantai. Dalam bukunya, Fahd tidak jarang menulis ?dari buku?? ?dari lagu?? ?dari puisi?? yang menunjukan bahwa inpirasi menulisnya tidak begitu saja turun dari langit. Melainkan melalui perantara orang-orang yang menginspirasinya, sebelum ia menginspirasiku, dan mungkin sebelum aku menginspirasi orang lain.

Iya, menginspirasi. Aku ingin melanjutkan ?rantai inspirasi? itu. Barangkali, aku belum akan menjadi penulis hebat yang sederhana seperti Fahd, aku akan memulainya dengan caraku. Melalui tulisan-tulisan laguku yang terkadang ku selipkan cerita. Atau sebaliknya, aku menyelipkan soundtrack untuk cerita-cerita yang aku tulis. Akan aku posting setelah postingan pertamaku ini. Insha Allah.

Tulisan ini sengaja aku jadikan postingan pertama di Inspirasi.co . Teruntuk penulis yang menginspirasiku, Fahd. Sekaligus menjadi tanda terima kasihku karena telah membuatku terinspirasi. Sebuah kabar gembira ketika melihat postingan di halaman facebook-mu tentang platform media sosial baru buatan anak Indonesia ini dan kau menjadi salah satu foundernya. I?m proud of you.

Satu hal yang terlintas di benakku, aku akan mempunyai media yang tepat untuk mengirimkan surat tentangmu ini kepadamu, hal yang dari lima tahun lalu ingin ku lakukan, namun aku ingin melakukannya dengan cara yang tidak biasa. Aku ingin menyampaikannya melalui karyaku. Semoga salah satu ini adalah tulisan yang kau baca. Lalu meninggalkan kesan untukmu walau tidak dalam. Dan sebuah keberuntungan bila kau membalas suratku ini, meskipun cukup dengan kau baca saja aku sudah senang, Kak Fahd. :)

?

Dan satu lagi yang membuatku tersenyum-senyum dan termotivasi menulis ini,

Sapaan menyenangkan dari Inpirasi.co ,

Hai, Inspirator !

?

?

**
Saat ini ditulis, buku ?Curhat Setan? milikku terpindahtangankan, karena sering dipinjam bergantian. Aku mencoba mencarinya lagi di toko buku se-kotaku namun sudah tidak ada. Bila kau melihat buku ini dimanapun atau bisa ku beli dimana, beri tahu aku ya. Aku ingin memilikinya lagi. Aku merindukannya.


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    diantara => di antara

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Halo. Terima kasih sudah menuliskan surat ini, Ramadhani. Senang sekali mendengar karya saya memberikan makna tersendiri bagi pembacanya seperti kamu. Tapi saya lebih senang lagi karena pada akhirnya kamu berkarya. Selamat datang di Inspirasi.co, selamat menjadi inspirator. Mari berkarya, mari menginspirasi.