Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 3 Desember 2017   21:48 WIB
AWASI TIGA HAL

Banyak orang yang gagal mengelola tiga hal yang merupakan bagian tubuhnya.  Akibatnya banyak hal yang kemudian mendapatkan imbasnya, sehingga mereka terpuruk dalam kegagalan bahkan kehancuran. 

Ketiga hal itu adalah kepala,  perut,  dan kemaluan. Banyak pepatah lokal dari berbagai budaya yang mengajarkan untuk menjaga ketiga hal tersebut. 

Kepala harus dijaga,  ya memang harus dijaga karena kepala merupakan tempat otak yang memproduksi berbagai pemikiran seseorang.  Mengelola isi kepala bukan perkara yang mudah karena ini berkaitan dengan ide dan gagasan seseorang,  harus berhati hati dengan ide dan gagasan karena bisa jadi saat mengaplikasikan ide dan gagasan itu justru menjadi sebuah malapetaka bagi lingkungan sekitar.  Inilah yang menjadi inti dari harus menjaga kepala. 

Perut pun harus diawasi,  karena perut merupakan tempat untuk menampung hasil dari makan minum.  Ketika perut tidak ada yang mengisi maka dititik itulah banyak yang menggunakan berbagai cara untuk menyiapkan asupan agar perutnya bisa terisi. Ketika tidak lagi memperdulikan legal atau tidak,  resmi atau tidak,  halal atau tidak terhadap cara mencari makan dan minum maka telah tercipta suatu keadaan yang tidak nyaman bagi lingkungan sekitarnya.  Karena itulah penting untuk menjaga perut. 

Kemaluan pun harus diberikan perhatian khusus,  karena disinilah nikmat duniawi yang paling berbahaya. Sudah cukup banyak peristiwa dan cerita dari tokoh tokoh terkenal yang jatuh karena sering memperturutkan  nafsu syahwatnya . Untuk memenuhi kebutuhan ini ada jalur resmi yang disediakan oleh agama dan budaya serta diakui oleh negara,  namun banyak yang menjadikannya sebagai bentuk petualangan dan pelampiasan,  lambat laun menciptakan penyakit medis dan sosial yang membuat kehidupan suatu lingkungan menjadi tidak kondusif.  Jangan anggap enteng soal kemaluan. 

Kepala,  perut, dan kemaluan punya kebutuhan untuk dipenuhi namun bukan menjadi alat untuk menghancurkan kehidupan sendiri. 

Karya : Chaerul Ikram