Hidupkan Sudut Pandang dengan Baik

Hazana Itriya
Karya Hazana Itriya Kategori Renungan
dipublikasikan 28 Juni 2016
Hidupkan Sudut Pandang dengan Baik

Hidup barangkali memang perkara yang tidak mudah, diawali dengan kelahiran yang menghadapkan manusia pada 2 kemungkinan paling dasar. Mati atau hidup. Ketika hidup akhirnya memilih bertahan untuk menjalani apa yang sudah ditentukan dan digariskan oleh Sang Maha, manusia – begitu kita disebut – menjalani segala sesuatu dalam koridor yang sama dengan berbagai pandangan yang berbeda.

Selanjutnya, tatkala hidup kembali memberikan pilihan yang selamanya memang harus ada sepanjang kehidupan itu sendiri berada. Sulit atau mudah selalu memberikan pandangan yang pastinya berbeda bagi masing-masing kepala. Ingin sekali hal-hal yang entah sebelumnya punya nama apa, kini disebut sebagai hal-hal baik dan hal-hal buruk, memberikan efek yang besar bagi hidup manusia yang memikirkannya. Tentu saja semua orang ingin mendapatkan hal baik, sebagaimana definisi dari kata baik itu memiliki makna yang menyenangkan, menenangkan bahkan memuaskan tatkala mendapatkan hal baik tersebut.

Ketika kemudian manusia menyadari, sudut pandang sungguh mampu membuat segala yang sama menjadi begitu berbeda karenanya. Bahkan bisa menimbulkan berbagai macam masalah, berbagai macam hal-hal yang (pasti selalu ada) baik dan buruk(nya). Pada titik tertentu, manusia harus mampu memposisikan dirinya sendiri untuk memahami dan menerima masalah-masalah yang timbul akibat dari sebab yang manusia ciptakan. Tapi, pada titik lain yang sebenarnya lebih sering terjadi, manusia mengakui ketidak mampuannya menghadapi, mengatasi bahkan tidak mampu menerima sebuah akibat dari sebab yang manusia ciptakan. 

Oleh karena itu, menurut sang Hidup barangsiapa yang bergerak dan terus membuktikan bahwa dirinya ada, maka ia layak hidup. Jika sebaliknya, barangsiapa yang terlalu malas untuk bergerak dan tak ingin membuktikan bahwa dirinya ada, maka ia tidak layak untuk hidup. Looh kok??? Tenang saja, hidup akan baik-baik saja jika kita mau percaya kehidupan setelah kehidupan. Jadi, berpandanganlah yang baik untuk menentukan arah tujuan hidupmu.

Hidup,aku harus berkata apa lagi tentangmu? Ahh! Aku tau, aku hanya harus menjalaninya saja. Bukan begitu, sayangku? Please, be kind.

  • view 125