Bagaimana cara ekstrovert menghadapi hidup?

Hazana Itriya
Karya Hazana Itriya Kategori Renungan
dipublikasikan 27 Juni 2016
Bagaimana cara ekstrovert menghadapi hidup?

terkadang, menjadi diri sendiri tidaklah cukup untuk menghadapi hidup yang penuh persaingan ini. Manusia perlu lebih sering memberikan penghargaan bagi dirinya sendiri, tidak hanya mendapatkan penghargaan dari orang lain saja. Karena, hidup akan lebih bermakna jika seseorang mampu memahami dirinya sendiri sebagai prioritas, lantas orang lain setelahnya.

Tapi, yang terjadi pada saya seringkali sebaliknya. Saya tidak mampu memahami diri saya sendiri, mungkin benar jika saya kurang menghargai diri saya apalagi memberikan kenyaman-kenyamanan pada diri saya sendiri karena, saya lebih sering memberikan kenyaman itu pada orang lain. Meski begitu ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa ada 3 macam jenis kepribadian manusia yaitu, introvert, ekstrovert dan ambiviert.

dari banyaknya tulisan yang saya baca milik beberapa teman saya, mereka cenderung bangga jika mengaku menjadi orang yang introvert meski dihiasi kata-kata yang sedikit menggambarkan bahwa mereka minder, tetap saja intovert selalu jadi kebanggaan teman-teman saya ini. Hal tersebut sering kali membuat saya juga ingin ikut-ikutan mengakui bahwa saya juga termasuk pribadi yang introvert, tapi kenyataannya saya sangat jauh dari kata tersebut, saya cenderung ekstrovert.

Terlepas dari ketiga macam kepribadian manusia tersebut, mungkin seharusnya saya harus lebih memperhatikan diri saya sendiri. Mau lebih jujur pada diri sendiri - terutama menolak hal-hal yang tidak saya suka - dan pastinya memberikan penghargaan kepada diri saya sendiri jika saya selesai melakukan hal-hal di luar tanggungjawab dan kewajiban saya (baca setelah bekerja keras). Hemm...biasanya mereka menyebutnya "reward for myself". Yaah...mungkin nanti ada waktunya bagi saya untuk menikmati saat-saat itu.

Untuk saat ini, saya merasa sudah cukup banyak reward yang telah saya terima dari Sang Maha Pengasih, jadi saya pikir untuk apa membuang-buang waktu atau hal-hal yang bersifat materil untuk merasakan kesenangan yang sesaat itu, apalagi jika hanya dinikmati sendiri. Jadi, mungkin ini berarti saya ini orang yang ektrovert ya? >_<

Jadi, sesulit apapun hidup tetaplah diri sendiri yang tau, sampai sejauh mana kemampuan diri untuk merasa senang atau cukup senang dan juga pastinya untuk menghadapi hidup yang penuh tantangan ini. Hanya diri masing-masing manusialah yang tau. Oleh karena hidup adalah hitam putih dan akan selalu seimbang, maka apapun sifatnya manusia hanyalah manusia yang memiliki tugas utama, yaitu beribadah kepada-Nya, sehebat apapun manusia itu.

  • view 123