Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 9 Agustus 2017   20:55 WIB
Perjalanan(ku).

Di tulisan sebelumnya (klik disini), aku menuliskan ada satu titik dimana aku mencoba membuka diri dan menerima interaksi dengan orang-orang baru. Satu titik itu ku sebut sebagai titik balikku.
 
Titik balikku ini bermula di bulan Mei 2015, ketika aku join dengan satu komunitas perdamaian. Tak perlu sebut merk, kalian yang dekat pasti tahu komunitas yang ku maksud.
 
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman bertanya, seberapa penting posisi komunitas tersebut dalam mengubah pandangan hidupku. Namun sayang, karena keterbatasan waktu, aku tidak sempat untuk menjawabnya.
 
Aku pun masih bingung dengan jawabannya. Tapi satu hal yang pasti, di komunitas tersebut aku menemukan keluarga baru. Kami memang berbeda, beda suku, agama, hobi, dan banyak perbedaan lainnya. Meski berbeda, kami punya satu pandangan yang sama, merayakan keberagaman tanpa memaksa penyeragaman. Disini aku merasakan kebahagiaan bisa menjadi bagian dari keberagaman tersebut.
 
Tentu saja perlu dipahami kalau prosesku untuk bisa menerima keberagaman itu tidaklah mudah. Perjalananku cukup panjang dan terjal. Bahkan, aku sempat vakum beberapa bulan dari komunitas, karena alasan kampus. Sebenarnya bukan karena kesibukan kampus, lebih karena aku merasa bimbang dengan pilihanku dan tekanan dari orang-orang terdekat.
 
Sampai pada satu titik, aku merasa bahwa aku harus keluar dari zona nyaman yang selama ini ku bangun. Aku juga bingung dengan pilihanku, biasanya aku tipikal orang yang menghindari konflik dan tidak mau ambil pusing dengan sesuatu. Tapi, dalam hal ini, aku merasakan seperti ada bisikan suara hati yang mengharuskan ku untuk keluar dari kenyamanan.
 
Hingga akhirnya, aku merasakan dan menemukan kehidupan baruku di komunitas tersebut. Beberapa teman dekatku di SMP dan SMA bertanya-tanya tentang perubahanku selama masuk ke komunitas. Aku pun mencoba menjelaskan sejauh yang ku bisa.
 
Kembali lagi, perjalananku di komunitas ini bukanlah jalan yang final. Masih panjang perjalananku di masa depan, entah bagaimana kehidupanku ke depan. Yang terpenting untuk saat ini, komitmenku adalah berjalan dan memajukan komunitas yang sudah ku pilih sendiri. 
 
Aku tau pilihanku punya konsekuensi, aku juga tau pilihanku bukanlah jalan lurus tanpa lika liku. Tapi aku tau satu hal pasti, di balik perjuangan dan rintangan ini, aku masih punya Tuhan yang Kuasa, Rabb semesta raya yang menjadi tempatku berkeluh pasrah. 
 
Jangan takut dan jangan khawatir, Rahmat yang dulu tidak pernah berubah. Hanya pilihan jalannya saja yang berbeda dari yang sebelumnya. Satu pertanyaan misteri yang belum terjawab, kemanakah perjalanan ini akan berakhir?.

Karya : Rahmatullah al-Barawi