Utopia Hati

Rahmatullah al-Barawi
Karya Rahmatullah al-Barawi Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Juni 2017
Utopia Hati

UTOPIA HATI

Para Pencari Rindu: Aina, Rahmat, dan Sarah

 

Ada yang salah dari caraku menyimpan rindu

Ruang begitu sesak dan penuh

Boleh tolong aku untuk menguranginya?

~

Kau bilang rindu tapi enggan tuk menyatu

Kau bilang rindu tapi sesak untuk menunggu

Ingat sayang

Rindu itu tak ada batasan

Rindu itu tiada hambatan

Menunggumu dalam syahdu

Itulah kesyukuranku

Dalam diam menantimu

Dalam doa ku sebut namamu

Akankah rinduku berakhir dalam penyesalan?

~

Rindu tak kan berakhir sesal 

Jika pun rindu tak pernah berbalas

Semua akan jadi tak apa

Sebab rindu selalu indah

Meski tanpa balas dan sebab 

Rindu tak pernah butuh alasan

~

Malam sering bilang 

Kata romantis untuk saling dekat adalah "sapa"

Siangpun menjawab 

"Tak ada sapa yang paling indah selain Dia"

Hati dan mulut bercakap

Adakah yang lebih indah selain bersapa dengan DIA?

Akupun terlelap dalam hangatnya kasih sayang

Atas kerinduan yang membabi buta

~

Rindu tak pernah jadi sesal

Rindu tak pernah selain dia 

Tapi jangan sampai rindu terlalu membabi buta 

Sebab sang rindu tak pernah menyiksa 

Hanya membuat durja sebentar saja tak lama lama

Sabda rindu adalah tentang rela

Rela menunggu 

Rela bersendu syahdu 

Rela ditikam sembilu 

Rela melihatmu dengan yang baru 

Tetap tersenyum 

Sebab sang rindu selalu kelu, ragu

Malu malu tapi selalu syahdu

~

Siksa mana lagi yang kupuja selain rindu

Sesal mana lagi yang kupinta selain rindu

Jika tidak

Mana mampu aku berpijak

Hingga tulang kaki kini retak

Dan bagaimana lagi aku harus  memintamu tinggal?

~

Entah apa siapa atau mengapa

Rindu tak dapat diukur dengan logika

Entah kamu saya atau dia

Rindu tak butuh menyapa

Rindu itu laksana malam yang merindukan siang

Laksana Romeo dan Juliet

Laksana Laila Majnun

Laksana Habibi Ainun

Tapi bagiku

Rindu itu tak cukup kata

Untuk menggambarkan

Sebesar asa yang terukir dalam hati

Sebesar cinta yang terpatri dalam sanubari

Itulah

Rinduku padamu

  • view 80