Tahun Baru: Siapkah untuk Berubah?

Rahmatullah al-Barawi
Karya Rahmatullah al-Barawi Kategori Renungan
dipublikasikan 03 Januari 2017
Tahun Baru: Siapkah untuk Berubah?

Moment, menjadi kata yang penting bagi sebagian orang untuk berubah. Salah satu moment yang sering dinanti adalah moment pergantian tahun. Yaps, moment yang selalu berulang setiap tahun, disambut dengan berbagai macam perayaan, suka cita, beribu harapan dan resolusi. Tetapi, setelah itu hilang bagai butiran debu.

Apakah kita termasuk ke dalam golongan orang yang demikian?. Menanti datangnya moment dengan penuh pengharapan, tetapi, setelah itu, harapan hanya sebatas harapan. Resolusi tak menjadi aksi, malah basi tak berarti.

Jujur, saya pribadi seringkali menjadikan moment perayaan sebagai ajang untuk mengasah semangat baru. Tetapi, kemudian saya berpikir, apakah semangat itu benar-benar muncul dari dalam hati, atau sekadar semangat euphoria semata.

Jawabannya sederhana, ketika resolusi itu kita perjuangkan, maka semangat kita memang benar-benar terhunjam kuat. Tetapi, jika setelah moment itu usai, dan resolusi hanya sebatas ilusi, maka semangat kita sejatinya hanya semangat euphoria semata.

Oleh karena itu, tahun baru tak akan mengubah hidup kita, yang akan mengubah hidup kita adalah tekad dan prilaku kita ke depannya. Inilah inti dari pesan Ilahi, bahwa nasib seseorang bergantung pada usahanya masing-masing. Mampukah kita berubah? Itu kembali pada pribadi kita.

Ingatlah bahwa perubahan itu mampu dicapai, manakala kita mengenali diri kita sendiri. Kita mengenali potensi dan bakat yang dimiliki dan menerima hal tersebut sebagai anugerah yang diberikan Tuhan. Selanjutnya, dengan potensi tersebut kita bekerja dan berkarya, menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Sehingga di awal tahun ini, pertanyaan pertama yang harus dijawab bukan apa resolusi tahun ini, tetapi, sudahkah kita mengenali diri kita? Jika belum, maka jangan berbicara resolusi, kenalilah dahulu, baru berbicara resolusi. Karena pengenalan dan penerimaan diri menjadi kunci bagi kita untuk bisa berubah.

  • view 262