Intisari Pengajian Kitab al-Fauz al-Kabir (1)

Rahmatullah al-Barawi
Karya Rahmatullah al-Barawi Kategori Project
dipublikasikan 29 Desember 2016
al-Fauz al-Kabir

al-Fauz al-Kabir


Tulisan ini merupakan resume dan refleksi penulis dari kajian kitab al-Fauz al-Kabir yang dilakukan setiap hari Senin.

Kategori Spiritual

329 Hak Cipta Terlindungi
Intisari Pengajian Kitab al-Fauz al-Kabir (1)

Dalam pembahasan awal kitab al-Fauz al-Kabir fi Ushul al-Tafsir, al-Dihlawi menyebutkan ada lima topik utama yang dibahas dalam al-Quran:
1. Ilmu Ahkam, seputar hukum wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram.
2. Ilmu Jadal, seputar interaksi dan kritik al-Quran terhadap kelompok lain: Yahudi, Nasrani, Musyrikin, dan Munafiq.
3. Ilmu al Tadzkir Aalaa Allah, seputar sifat-sifat Allah.
4. Ilmu al Tadzkir bi Ayyami Allah, seputar kejadian-kejadian yang diperoleh orang-orang yang taat atau yang durhaka dengan nikmat atau azab.
5. Ilmu al Tadzkir bil maut wa maa ba'dahu, seputar kematian, hari kiamat, surga dan neraka (eskatologi).

Dari kelima topik tersebut, dapat diringkas menjadi 3 poin, ilmu ahkam, ilmu jadal, dan ilmu tadzkir.

Ada dua logika menarik yang dibangun oleh al-Dihlawi. Pertama, menurut beliau dalam memahami topik-topik tersebut, seseorang harus mengetahui gaya bahasa arab yang digunakan pada masa Nabi (uslub al-'arab al-awwalin). Ini menekankan perlunya pemahaman sejarah bahasa, aspek sinkronik dan diakronik, dll.

Kedua adalah ketika menghubungkan topik tersebut dalam konteks maksud atau tujuan pokok turunnya al-Quran. Menurut beliau, maksud pokok turunnya al-Quran adalah menyucikan jiwa manusia, mencegah pemikiran-pemikiran yang keliru, dan menolak perbuatan-perbuatan yang merusak.

Lalu hubungannya apa.? Dalam konteks ayat-ayat jadal, menurut beliau, sabab nuzulnya adalah ketika bermunculan pemikiran-pemikiran yg bathil maka al-Quran menampilkan ayat-ayat jadal. Sedangkan sabab nuzul dari ayat-ayat ahkam adalah maraknya praktek-praktek yang keliru dan kezaliman yg merajalela. Terakhir, sabab nuzul ayat-ayat tadzkir adalah ketika orang-orang banyak yang melupakan kehadiran Allah, maka hadirlah ayat-ayat yang mengajak untuk merenungi ciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dll. Hal ini, merupakan kaidah dasar dan menjadi patokan dalam membaca tema-tema al-Quran. Pemikiran ini biasa disebut sebagai sabab nuzul 'ammah atau sabab nuzul makro.

Oleh karena itu, dengan menggunakan kaca mata sabab nuzul 'ammah, dapat disimpulkan tujuan utama turunnya al-Quran adalah sebagai petunjuk untuk membangun spiritualitas manusia, mencegah pemikiran dan prilaku yang menyimpang dari tuntunan Ilahi.

Wa akhiran, semangat ini harus kita bawa dalam kehidupan saat ini, spirit qurani dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak, berkeadilan, dan berintegritas.

  • view 171