Pesan Sang Burung

Rahmatul Husni
Karya Rahmatul Husni Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 Februari 2016
Pesan Sang Burung

Subuh yang asyik. Gadis terbangun oleh cericit burung pipit.? Setelah membaca untuk kesekian kali surat cinta kekasihnya, Gadis membuka jendela. Hamparan ladang jagung dan kebun pisang tampak begitu mempesona dari kamarnya di lantai lima. Hm? di kota ini hampir tak ada perbukitan, Gadis membatin.

Gadis menarik meja dan kursi ke dekat jendela. Dia ingin menikmati suasana pagi yang langka karena sebentar lagi jalan raya disamping asrama akan mulai ramai.

?

Lama sekali Gadis merenung, rasanya ada yang kurang. Apa ya?? Gadis mereka-reka.

Gadis berpaling ke sekeliling.? Ladang jagung ? kebun pisang ? (di sisi kiri kebun pisang ada empang) ? bau tanah yang basah (rasanya Gadis seperti berhalusinasi bisa mencium bau tanah dari lantai lima) ? , lapangan bola kaki di kejauhan (kalau sore-sore Gadis suka sekali 'mengintip' para lelaki bermain bola kaki. Mereka unik. Dengan wajah gembira berpeluh keringat memperebutkan satu bola) ? , semak belukar (yang tertata rapi) ? , rumput liar (suatu saat Gadis ingin mencari-cari tahu siapa tahu dari salah satu tanaman itu ada obat jerawat) ? , kicau burung ? , awan mendung?. (hm hm hm, di kota ini awan memang selalu mendung)??

Apalagi yang ketinggalan?? Semua ini? harmoni pagi... alunan simfony..

?

Oh!!

Gadis tersentak.

___________________ Angin!

Aneh, Gadis tak merasakan kehadiran angin!!

Biasanya Gadis disambut dengan liukan daun pisang dan lambaian jurai jagung.

Aneh. Ini aneh. Benar-benar aneh.

Bagaimana tadi aku bisa mencium bau tanah jika tak ada angin? Tentunya angin ada. Tapi aku yang alpha tiupannya, apa ada yang salah denganku? Gadis berfikir keras. Semakin difikirkan, semakin Gadis tak menemukan jawaban.

?

Sekelompok burung piping terbang mendekat. Gadis terkejut. Salah satu dari mereka hinggap di jendela lalu mencericit. Cip cip cip (apa memang seperti ini bahasa burung?). Burung kecil itu dengan tenang melenggok masuk dan berhenti di sudut meja. Gadis terdiam seperti patung. Pipit kecil menatapnya tajam, lalu terbang ? menukik ? mengepak-ngepak ? terbang lurus ? mengepak-ngepak. Gadis tak? mengerti. Sang burung kembali hinggap di sudut meja, menatap dengan tatapan menghakimi, lalu mengantuk-antukkan paruh kecilnya ke meja. Gadis masih terdiam tanpa suara.

?

Kemudian _dan ini bagian cerita ini? yang sangat saya sukai dari kisah yang dituturkan si Gadis_ burung pipit kecil kembali terbang mengepak-ngepakkan sayap, berputar-putar di atas ladang jagung, seolah menari mengundang teman. Benar saja. Segerombolan pipit langsung datang bergabung, meliuk-liuk di ladang jagung. Gadis terpana, membuka jendela lebih lebar. Disana di horizon, tampak? awan membentang lurus. Burung - burung itu terbang ke arah Barat. Gadis mengikuti?? dengan penasaran sampai melongokkan kepala keluar jendela. Lalu tampaklah pemandangan menakjubkan itu. Ditengah-tengah langit biru, gumpalan awan membentuk sebuah angka. Jelas sekali di angkasa. Tegak berkuasa.

__________________________Satu.

?

Setelah itu, langit putih dan angin kembali bertiup.

?

?

***

?

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

?

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

?

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

?

Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).?

(QS. An Naml: 60-63)

?

*gambar diambil dari: jakarta45.wordpress.com

?

  • view 183