Aral Merintang Mengusik

Rahma Laa Tayasu
Karya Rahma Laa Tayasu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Juni 2016
Aral Merintang Mengusik

Pilihanmu memaksa jadi pilihanku.

Selama ini jalanku hanyalah perintahmu.

Dan kamulah yang mengenalkanku pada suatu keadaan dimana aku harus menyadari dunia bukanlah segalanya.

Dunia bukanlah tujuan.

Tempat yang menjadi cambuk akan perbuatanku yang terpedaya dunia.

Saat ku pahami semua yang harus ku lalui. 

Saat kesadaran mengusik pikiranku.

Betapa kelu lidah ini hanya tuk ungkapkan kebenaran hati yang ingin kujalani.

Kau membujuk ku membisikan demi masa depanku, bersiaplah hadapi dunia yang kan lebih kejam.

Kau yang terpedaya diperbudak dunia, seolah akupun harus tunduk padanya, sehingga ancaman mengiang di telinga seolah hidup takkan selamat di dunia. Jika ku tak mempersiapkan diri tuk hadapi dunia.

Sesak dada ini.

Perih mata ini.

Kaku lidah ini.

Hanya ingin ungkapkan.

Kini pilihanku satu.

Menjadi pribadi baik yang mulia di hadapan rabb ku.

Menjadi penyelamat orang2 yang kucinta yang terlanjur terbutakan dunia.

Kau yang mulia dihadapan manusia, adakah jaminan mulia dihadapan sang pencipta?

Salahkah aku? 

Jika mati membayangiku. Sedangkan aku yang luput akan dosa, tergugu tak berdaya dgn semua harapanmu.

Dunia yang sementara, dan kau tlah lelah hadapinya.

Bagaimana dengan akhirat yang kekal? Yang tak setengah dari hidupmu dibaktikan untuk bekal kehidupan abadi?

Aku bukanlah reflikasi dirimu yang inginkan lebih menguasai dunia.

Tak ada ambisi sedikitpun aku inginkan mengeruk bekal hidup di dunia.

Karena dosa dan kematian terus membayangiku.

Tak sedikitpun bekal yang dapat menjamin aku dan mereka yang kucinta selamat dikehidupan yang kekal.

Aku.

Hanya inginkan kau mengerti maksud hati ini.

Ketika hati tak mampu berucap hanya bisikan yang jd lantunan doa, berharap petunjuk terbaiknya masih meRidhoi langkahku tuk kembali pd jalanMu.

Sampaikanlah bisikan ini pada hati mereka yang terpedaya dunia.

Sampaikanlah bisikan hati ini pada hati lembut mereka, yang kuyakin masih terdapat ruang kebaikan nurani yg mampu mengisi pemahaman hatinya dgn bisikan keinginan hatiku.

"Tuhanku, aku hanya ingin kembali pada jalan lurusMu. Kuatkanlah hati ini tuk istiqomah dalam kebaikan mengharap ridhoMu, mampukan aku mengahadapi semua aral yang menghalangiku. Hanya engkaulah yang Maha Memberi Petunjuk"

#03062016 

  • view 106