Maret Menguji

Rahma Laa Tayasu
Karya Rahma Laa Tayasu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Maret 2016
Maret Menguji

Maret menguji
Kata mereka istimewa
Diantara 12 bulan dalam setahun
Terlahir membawa tangisan disambut kebhagiaan.
Kini aku mengerti arti pengorbanan tak terhingga
Dan, perjuangan yang tak terukur
Keluar dari naluri seorang wanita dgn seribu nama satu hati murni suci
Darah dan nyawa yang dikorbankan
Demi terlahir sebuah nama
Harapan mengiringi tangisan bahagianya
Doa2 terlantun dalam setiap sujudnya
Demi kebaikan anaknya
Kebersamaan yang sekejap mata
Menjadikanku sedikit mengenal kebaikan dan kesabaranmu
Itu yg selalu kutanam dalam hatiku
Ibu,
22 tahun, maret kulalui
Kusadari inilah ujian terberatku melewati bln nan istimewa
Tiada henti menguji kesabaran dgn berbagai cara
Kadang aku selalu ingin menyerah tuk berhenti di bulan ini
Kadang aku ingin menghilang di bulan ini
Teramat menyakitkan menghadapinya
Teramat memilukan melewatinya
Air mata berderai
Kaki berdarah
Badan lemas
Pikiran buntu
Saat kutemukan bulan ini
Ibu, Kini, maret 2016
Sungguh sangat menguji perasaanku,
Menguji pikiranku
Menguji jiwa dan ragaku
Ketika doa yg terpanjatkan untuk ku
Menjadi doa yg aku panjatkan utk mereka
Perlu waktu ternyata
Butuh titik pertemuan
Mulutku kering tuk ungkapkan kata
Berharap hati terjemahkan rasa
Kusadari kini, saat ku kembali terlahir dgn sandang usia yg bertambah namun jatah hidup berkurang
Semua yg kulalui setiap di bulan ini tak ternilai dibanding dgn pengorbanan dan perjuanganmu tuk lahirkan ku, kenalkanku keindahan dunia.
Hadirkan orang2 yg menyayangiku
Mengelilingi hidupku
Sebagai hadiah kepergianmu
Aku sadarkan, maret mengujiku
Agar dapat kurasa perjuangan dan pengorbananmu yang taruhkan nyawa utk kebahagiaan yg harus kau dapatkan dunia mjd sekejap mata
Taruhkan nyawa dgn diri yang hina ini
Ibu, sejuta maaf tak kan pernah menghapus lukamu
Seribu ampun tak bisa menepis kecewamu
Ibu, izinkan secercah hatimu ridhoi setiap sisa langkahku kini
Sungguh, aku merindukan pelukanmu
Saat resah dan gelisah tak bisa kuelakan
Berdiam dlm dinding bujur sangkar kehidupan
Membuatku kaku, tak tau akan seperti apa diriku.
Karena parameter bahagiakan mereka terlampau tinggi tuk kucapai
Sesak dadaku setiap ku cambuk diriku tuk capaai level tertinggi parameter bahagia mereka.
Ibu, kurindukan hangatnya dirimu
Ibu, ku inginkan dirimu
Banyak yang ingin ku curahkan
Bagaimanapun aku kan tetap bersyukur telah kau kenalkan ku keindahan dunia

Kau catat maret terspesialku
#31maret?

  • view 173