Bujur sangkar kehidupan

Rahma Laa Tayasu
Karya Rahma Laa Tayasu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Maret 2016
Bujur sangkar kehidupan

Terlahir dalam bujur sangkar kehidupan

Tak pernah aku merayu atau meminta yang kuasa

Terlahir dari pendekatan kesempurnaan kehidupan

Aku hanya diutus mengisi kehidupan yang sudah lama berjalan

Terlahir dalam bujur sangkar kehidupan

Tinta emas telah tergores dalam skenario sutradara kehidupan alam semesta

Maka mengabdi menjadi jalan terakhir sebagai bentuk syukurku atas penghidupan

Terlahir dari bujur sangkar kehidupan

Seisi berjuang meninggikan dinding agar kokoh dr dalam

Seisi berjuang mempercantik dinding agar indah dari luar

Pernahkah kau merasa terabaikan?

Ataukah terasingkan? Dalam bujur sangkar kehidupan

Disanalah aku terlahir

Lalu, bisa apakah aku dengan keharusan bertahan diantar dinding kehidupan?

Kerdil dipojok bujur sangkar kehidupan

Tak peduli akan suara yang kuteriakan

Tak peduli akan jeritan hati

Membuat aku

Mengharuskan aku

Menikmati di pojok bujursangkar kehidupan

Menciptakan dunia

Menonton dalam tangis?

Hingga waktu melecut aku berdiri kokoh

Menjadikan aku bukan seperti mereka

Itulah keadilan Tuhan

Memberikan sakit walau itu terbai

Menghadirkan seseorang setelah hatiku merasa kehilangan segala yg harus kumiliki

Uluran tangannya mengisyaratkan kekuatan

Pandangan matanya mengabarkan keindahan dunia luar

Takjubku akan kepribadiannya yang tak kutemukan dalam bujur sangkar kehidupanku

Menghadirkan percaya atas apa yg melekat dalam dirinya

Jika kau tau, burur sangkar kehidupanku teramat indah dari luar

Terlihat kokoh tinggi menjulang

Menghadirkan kekaguman bagi mereka yg melihat tanpa sebenar-benar penglihatan

Terlalu kejam untuk sebuah tuntutan

Terlalu sakit untuk sebuah cacian bagi yang tak mampu berjuang sekeras mereka

Andai kau tau

Ingin kuabungkam bualan mereka tentang keserakahan dunia?

Mereka yang yelah ditaklukan dunia

Andai kau tau

Tak semudah menulis kata tanpa makna

Untuk keindahan puisi?

Karena bukan pujangga

Namun percayalah hasil tak kan mengkhianati proses, untuk sebuah pembuktian

Berjuanglah

Berusahalah

Berpikirlah

Karna telingaku panas mendengar teriakan mereka.

Mataku lelah memandangi mereka

Maka kini aku berlari menaiki dinding buatan mereka

Keluar dari bujur sangkar kehidupan

Semoga waktu berbaik hati untuk penglihatan sebuah pembuktian

?

  • view 193