Mendidik Anak Muda dan Komitmen Sudirman Said

rahim ahmad
Karya rahim ahmad Kategori Inspiratif
dipublikasikan 06 Agustus 2017
Mendidik Anak Muda dan Komitmen Sudirman Said

Kaum muda selalu merupakan harapan masa depan bangsa. Semua orang barangkali menyadari itu. Tetapi kesadaran seperti apa bagusnya tak kan pernah benar-benar punya arti yang kuat dan efek yang besar jika tidak diteruskan dalam bentuk tindakan. Anak-anak muda sebagai harapan bangsa butuh arahan dan gugahan dari mereka yang sudah memiliki banyak pengalaman yang penting bagi bangsa ini.

Sudirman Said menyadari itu bahwa kaum muda membutuhkan orang-orang yang baik yang patut untuk diteladani. Elit-etli politik yang baik (bukan sebagian besar yang tidak beres) perlu terus menunjukkan uluran tangannya demi membimbing bagaimana mereka, kaum muda, harus menjalani hari-harinya kedepan.

Untuk melakukan pengarahan dan bimbingan kepada kaum muda, Sudirman berinteraksi dengan mereka. Dia tidak pernah letih untuk berdiskusi dengan mereka terutama perihal kebangsaan. Mengapa harus menyerah kepada letih? Sudirman Said berfikir bahwa kaum muda bisa menjadi harapan besar bagi bangsa ini. Mereka adalah penerus orang-orang segenerasinya atau generasi di atasnya yang tidak lama lagi karena efek tua dan sebagainya, daya atau gairahnya untuk membangun bangsa ini pastilah tidak lebih bergairah dari kaum muda atau generasi yang lebih muda. Itu sebabnya kaum muda perlulah selalu dirangkul. Kelak di tangan mereka bagaimana bangsa ini berjalan maju atau terseok-seok.

20 Juni 2017 kemarin, Sudirman Said berdiskusi dengan anak-anak muda yang tergabung dalam Forum Kajian Kebangsaan Purworejo, Jawa Tengah. Suasana hangat dan semangat berjumpa dengan kaum muda begitu terasa oleh Sudirman Said. Dia yang menjadi pembicara dalam forum diskusi itu begitu menunjukkan antusiasme yang tinggi. Daya tariknya adalah karena Sudirman Percaya, sebagaimana juga keyakinan Soekarno, bahwa pemuda perlu menjadi rekan yang baik untuk memajukan bangsa ini. Sudirman Said belajar dari Soekarno betapa sang proklamator itu begitu mengelu-elukan kaum muda. Dia begitu meyakini bahwa hanya butuh sepuluh pemuda untuk mengguncang dunia.

Kekaguman Sudirman Said atas kaum muda, dia curahkan dengan mengatakan: “Bertemu anak-anak muda: Pencerah Nusantara. Bersyukur kaum ibu kita masih melahirkan banyak pejuang. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia” (@sudirmansaid, 18 Juni 2017). Kaum muda bisa diharapkan menjadi generasi pencerah. Tentu saja ini tidak bisa terjadi begitu saja. Pendidikan yang baik, arahan yang benar, dan keteladanan dari para elit politik dan tokoh-tokoh masyarakat merupakan hal penting bagi mereka. Mereka harus digugah kesadarannya, dibimbing, dan orang-orang baik dari generasi kini atau sebelumnya haruslah hadir dan giat untuk mengarahkan mereka, generasi masa depan agar mereka tidak jatuh pada orang-orang yang kini menunjukkan sikap-sikap yang pragmatis belaka dan tidak peduli masa depan bangsa ini.

Pemuda seperti mereka adalah harapan hanya jika mereka benar-benar diberikan uluran dan rangkulan yang kuat dengan segala bimbingan untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan. Mereka perlu mendapat suntikan moral dan peneguhan mental bahwa sekeras apapun kehidupan dan seburuk apapun yang terjadi di hadapannya, mereka tidak boleh menyerah. Arus boleh mengalir deras tetapi kita perlu memiliki pegangan agar tidak sepenuhnya hanyut diombang-ambing arus tersebut. Kenyataan hidup juga begitu. Kita tak mungkin sepenuhnya mengikuti tuntutan kenyataan yang praktis. Kita perlu memiliki pedoman yang baik, penunjang hidup.

  • view 42