Sikap Tegas Sudirman Said atas Korupsi

rahim ahmad
Karya rahim ahmad Kategori Inspiratif
dipublikasikan 06 Agustus 2017
Sikap Tegas Sudirman Said atas Korupsi

Memberi jarak pada korupsi dengan sikap melawan yang gigih pada diri sosok Sudirman Said bukan hal yang baru. Niat dan kiprahnya yang lurus dan tulus untuk melawan kejahatan luar biasa bernama korupsi ini telah dimulai sejak lama. Setidaknya banyak bukti yang bisa memperkuat inisiatif dan keterlibatannya dalam gerakan-gerakan transparansi anggaran dan anti korupsi

Mula-mula, iktikadnya yang lurus dan gigih dalam memusuhi dan memberantas korupsi itu, dia buktikan melalui inisiatifnya mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Dari namanya, organisasi yang didirikan oleh Sudirman Said ini jelas mencita-citakan terciptanya masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab dalam segala bentuk kejujuran dan keterbukaan. Transparansi adalah keterbukaan, kesediaan untuk menyampaikan apapun yang menjadi hak dan baik diketahui publik. Terutama ini jika menyangkut penggunaan uang atau barang tertentu milik bersama.

Tentu yang utama menjadi sorotan adalah kelembagaan yang bertanggung jawab bagi kebaikan rakyat, lembaga-lembaga negara, yang menjalankan amanah dari rakyat meskipun tidak luput pula lembaga privat. Mengapa transparansi lembaga negara penting? Sebab ia menjalankan amanah rakyat. Negara adalah alat untuk menyejahterakan rakyat. Pemimpin atau presiden adalah pelayan bagi rakyatnya.

Sudirman Said tidak sendirian. Dia, dalam upayanya mewujudkan masyarakat yang mencintai segala bentuk kejujuran, transparansi dan menghindari korupsi, bergerak bersama beberapa rekan sesama aktivis anti korupsi lainnya. Bisa disebutkan rekan-rekannya antara lain Erry Riana (Mantan Pimpinan KPK), Kuntor Mangkusubroto (Kepala UKP4), Sri Mulyana (Mantan Menteri Keuangan), dan beberapa tokoh lainnya.

MTI, yang didirikan oleh Sudirman Said, dan kawan-kawannya, mengafirmasi betapa pentingnya pemikiran tentang terwujudnya masyarakat yang jujur dan mencintai keterbukaan. Transparansi adalah tonggak penting untuk menciptakan masyarakat yang ‘ogah’ terhadap dan ‘memusuhi’ atas segala bentuk korupsi. Sudirman Said menyadari bahwa bangsa yang besar ini, negara yang tengah berusaha maju, bisa jadi gagal atau menuju ke ambang kehancuran bila transparansi di dalam pengelolaan kelembagaan negara tidak berjalan dengan baik. Bibit korupsi tumbuh, besar dan merontokkan segala cita-cita para founding fathers.

Dalam situasi dimana keterbukaan pengelolaan negara tidak terjadi, masyarakat kehilangan kepercayaan. Apatisme bisa muncul dimana-mana dan pada akhirnya mereka bisa melihat negara sebagai milik segelintir orang, bukan milik mereka sebagai rakyatnya. Situasi ini tentu tidak diharapkan. Dan untuk mencegahnya, keterbukaan dan rasa saling percaya menjadi perlu antara rakyat dan penyelenggara negara. Keterbukaan, transparansi, sekali lagi adalah jalan untuk menciptakan kesalingpercayaan itu.

Maka betapa besarnya manfaat yang bisa dirasakan oleh setiap ikhtiar baik yang diupayakan oleh Sudirman Said melalui upaya-upayanya yang tulus ini dalam memberantas korupsi dan mendidik masyarakat mencintai transparansi. Kita berharap, upaya ini terus menjadi harapan dan tindakan nyata masyarakat lain. Kita berharap munculnya Sudirman Said-Sudirman Said yang lain demi terciptanya Indonesia yang bersih.

  • view 24