Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 20 Januari 2018   08:40 WIB
Kalimat Tidak Efektif Dalam Karangan Deskriptif Siswa

Kalimat Tidak Efektif Dalam Karangan Deskriptif Siswa

 

Oleh

Rafiyati

 

Abstrak

 

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir.Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang telah ditentukan sehingga tidak mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar jelas dalam pikiran lawan bicara.Karangan deskripsi adalah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang, tempat, suasana atau hal lain). Karangan jenis ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Penggunaan kalimat yang efektif dalam karangan deskripsi siswa sangat penting. Keefektifan kalimat dalam karangan deskripsi meliputi kelogisan, kehematan, kepaduan, dan kecermatan kalimat. Dari hasil observasi yang dilakukan, masih terdapat kekurangefektifan kalimat dalam karangan deskripsi yang ditulis siswa. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini mengambil karangan deskripsi yang ditulis siswa sebagai objek penelitian. Kajian pada penelitian ini terdiri atas empat rumusan masalah, yaitu (1) bagaimanakah ketidaklogisan kalimat dalam karangan siswa, (2) bagaimanakah ketidakhematan kalimat dalam karangan siswa, (3) bagaimanakah ketidakpaduan kalimat dalam karangan siswa, (4) bagaimanakah ketidakcermatan kalimat dalam karangan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan proses analisis data terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur dalam penelitian ini terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam karangan siswa terdapat penggunaan kalimat tidak efektif. Penggunaan kalimat tdak efektif meliputi penggunaan kalimat tidak logis, tidak hemat, tidak padu, dan tidak cermat.

 

Kata Kunci: Kalimat, Kalimat Tidak Efektif, Karangan Deskripsi Siswa.

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Secara umum bahasa didefinisikan sebagai symbol bunyi yang keluar dari alat artikulator yang bersifat arbitrer dan disepakati secara konvensional. Bahasa adalah alat komunikasi, oleh karena itu manusia tidak lepas dari bahasa. Keraf (dalam Smarapradhipa, 2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

Kalimat merupakan cerminan ide atau pikiran seseorang dalam menyampaikan pesan, baik tulis maupun lisan. Selain itu, kalimat juga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Keefektifan kalimat sangat diperlukan agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh orang lain.

Penggunaan kalimat mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan berbahasa, baik lisan maupun tulis. Dikatakan demikian, sebab kalimat merupakan sarana penyampaian dan penerimaan informasi serta sarana pengungkap semua aspek kejiwaan manusia yang sangat majemuk. Dalam komunikasi lisan maupun tulis, semua bentuk ekspresi kejiwaan itu disalurkan melalui kalimat. Hanya kalimatlah yang digunakan untuk itu (Razak, 1985:3).

Dalam komunikasi digunakan kalimat yang baik, benar dan efektif. Kalimat yang baik adalah kalimat yang sesuai dengan situasi, sedangkan kalimat yang benar adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan, dan kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki struktur yang teratur, menggunakan kata yang mendukung makna secara tepat, memiliki hubungan logis atas bagiannya, dan menggunakan tanda baca secara benar dalam bahasa tulis (Badudu, 1986: 129). Jika yang terjadi sebaliknya, dapat dikatakan kalimat itu tidak efektif.

Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah sintaksis, sulit ditangkap dan dipahami oleh pembaca atau pendengar. Kalimat tidak efektif dapat mengganggu proses komunikasi. Dengan kata lain, kalimat tidak efektif dapat memperlambat komunikasi antar seseorang dan dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap pesan yang disampaikan, bahkan dapat terjadi salah pengertian yang berujung pada terjadinya konflik kecil maupun besar. Maka dari itu, keefektifan kalimat perlu diteliti supaya tidak terjadi kesalahan terutama dalam pembelajaran di sekolah.Salah satunya adalah penelitian tentang keefektifan kalimat dalam karangan siswa.

Karangan adalah adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Karangan deskripsi adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi dipilih oleh peneliti, karena deskripsi merupakan jenis karangan yang cenderung dipergunakan oleh ketiga jenis karangan lainnya sebagai alat untuk mengkonkretkan pokok pembahasan. Hal inilah yang menjadi alas an mengapa peneliti memilih karangan deskripsi. Objek penelitian yang digunakan adalah karangan siswa.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 1988:3) mendefinisikan rancangan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang atau pelaku yang dapat diamati. Data deskriptif yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berupa kata-kata tertulis yang diperoleh dari karangan deskripsi yang dibuat oleh siswa.

Jenis penelitian adalah deskriptif. Menurut Sudaryanto (1992: 62) penelitian jenis deskriptif dilakukan sematamata hanya berdasarkan pada fakta yang memang secara empirik hidup pada penutur-penuturnya, sehingga yang dihasilkan atau yang dicatat berupa perian bahasa yang biasa dikatakan sifatnya seperti potret. Penelitian ini akan menjelaskan penggunaan kalimat tidak efektif siswa dalam membuat karangan deskriptif.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan observasi. Dokumentasi adalah suatu teknik mencari data melalui hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya (Arikunto,2006:231). Teknik dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data berupa penggunaan kalimat tidak efektif dalam karangan deskripsi siswa.

Langkah awal peneliti dalam proses pengumpulan data adalah memilih karangan deskripsi siswa yang telah terkumpul dari penugasan kepada siswa untuk membuat karangan deskripsi dengan berpedoman pada kriteria karangan deskripsi. Kemudian peneliti mengamati karangan deskripsi tersebut dengan teliti, yaitu dengan cara membacanya berulang-ulang untuk mengidentifikasi kalimat-kalimat dan unsur-unsur pembentuknya untuk ditandai, kemudian dicatat dalam instrumen pengumpul data.

 

Pembahasan

Pembahasan penelitian ini adalah tentang bagaimana kecenderungan penggunaan kalimat tidak efektif dalam karangan deskripsi siswa yang meliputi (1) kelogisan kalimat, (2) kehematan kalimat, (3) kepaduan kalimat, dan (4) kecermatan kalimat.

Letak ketidaklogisan paragraf di atas terletak pada kalimat ke (2). Kalimat tersebut tidak logis disebabkan arti yang tidak sesuai dengan logika sebenarnya. Tidak mungkin sebuah sekolah belajar, yang benar sekolah adalah tempat belajar dan yang mempelajari agama islam adalah siswa.

Contoh penggunaan kalimat tidak logis yang selanjutnya sebagai berikut.

 “Selain itu papua adalah pulau penghasil tambang terbesar di Indonesia bahkan di Dunia. Tapi sayangnya tambang Batu Bara itu diambil alih oleh Amerika karena Indonesia tidak dapat mengolah dengan baik. Disamping itu pulau yang mayoritas kristiani ini sering terjadi konflik (perang saudara). Karena papua kebanyakan rakyatnya masih belum memahami pentingnya persatuan dan kesatuan hal ini yang menyebabkan papua memiliki SDM yan minim sekali dan banyak anak papua yang tidak sekolah hal ini tentu sangat mempengaruhi perkembanganperkembangan generasi papua yang akan datang.”

Letak ketidaklogisan pada paragraf tersebut terletak pada hubungan antara subjek, predikat dan keterangan dalam kalimat ketiga. Ketidalogisan kalimat tersebut disebabkan arti dari kalimat tersebut tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Karena, tidak mungkin sebuah pulau mengalami konflik. Seharusnya masyarakat di pulau tersebut yang mengalami konflik. Selain itu, pulau juga

tidak memiliki saudara. Kalimat (6) dapat direvisi sebagai

berikut.

Selain itu, papua adalah pulau penghasil tambang terbesar di Indonesia bahkan di Dunia. Tapi sayangnya tambang Batu Bara itu diambil alih oleh Amerika, karena Indonesia tidak dapat mengolah dengan baik. Di pulau yang mayoritas penduduknya kristiani tersebut, sering terjadi konflik atau perang saudara. Karena papua, kebanyakan rakyatnya masih belum memahami pentingnya persatuan dan kesatuan, hal ini yang menyebabkan papua memiliki SDM yan minim sekali dan banyak anak papua yang tidak sekolah hal ini tentu sangat mempengaruhi perkembangan-perkembangan generasi papua yang akan dating.

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang hemat, namun sering kali ditemukan penggunaan kata yang mubazir dan tidak perlu digunakan dalam suatu kalimat.

Bentuk penggunaan kalimat tidak hemat yang lain sebagai berikut.

“Di depan parkiran terdapat sebuah pustaka ilmu yaitu perpustakaan.”

Ketidakapduan paragraf tersebut terletak pada hubungan antar kalimat. Kalimat pertama, penulis menggambarkan kondisi fisik seseorang. Pada paragraf kedua penulis menggambarkan sifat seseorang tanpa adanya kata penghubung yang tepat. Hal tersebut akan membingungkan pembaca, karena tidak jelas apa sebenarnya tujuan penulis. Selain ketidakpaduan tersebut, penempatan beberapa unsur dan aspek penulisannya tidak tepat.

Kecermatan dalam sebuah kalimat penting untuk diperhatikan, hal tersebut berhubungan dengan kecermatan dalam memilih kata dan juga penempatan kata, selain itu juga penggunaaan kata penghubung dan tanda baca. Apabila sebuah kalimat tida cermat maka yang terjadi akan muncul pemahaman yang berbeda dari pembaca, kebingungan pembaca dalam memahami makna, dan juga berkurangnya kesan estetika dalam sebuah kalimat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa contoh penggunaan kalimat tidak cermat dalam karangan siswa.

Kraton termasuk kerajaan tertua di Indonesia dan sangat bersejarah. Dan kraton di sebut tempat tempat wisata yang paling banyak para pengunjung dari luar negeri yang ingin tahu tentang sejarah kerajaan itu.”

Pada paragraf di atas, ketidakcermatan terletak pada kalimat terakhir. Banyak penggunaan kata yang tidak cermat, tidak teraturnya penempatan kata dan tidak adanya tanda baca, membuat kalimat tersebut susah dipahami. Kalimat tersebut dapat direvisi sebagai berikut. “Kraton termasuk kerajaan tertua di Indonesia dan sangat bersejarah. Kraton merupakan tempat tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan dari luar negeri, yang sekedar ingin tahu tentang sejarah kerajaan itu.

 

 

 

 

Kesimpulan/ Saran

Setelah melakukan penelitian ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut.

Penggunaan kalimat tidak efektif pada karangan deskripsi siswa tahun pelajaran 2012/2013 meliputi: (1) penggunaan kalimat tidak logis, terdiri atas hubungan subjek dengan predikat, predikat dengan objek, dan juga pemilihan kata yang kurang tepat, (2) penggunaan kalimat tidak hemat, tidak hemat disebabkan penggunaan kata yang memiliki maksud yang sama, dan juga penggunaan kata yang tidak perlu, (3) penggunaan kalimat tidak padu, dikatakan tidak padu jika subjek dan predikat, serta keterangan aspek dan unsur-unsur kalimatnya ditempatkan tidak sesuai dengan pola kalimat bahasa Indonesia, selain itu kalimat tidak padu juga disebabkan tidak sesuainya hubungan antar kalimat dalam paragraf, (4) penggunaan kalimat tidak cermat, apabila pemilihan kata dalam kalimat tidak sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

Saran

Setelah melakukan penelitian ini, saran yang dapat

diberikan adalah sebagai berikut.

(1) Mahasiswa Program Studi Pendidkan Bahasa dan

Sastra Indonesia sebagai calon guru Bahasa Indonesia

hendaknya mengadakan diskusi dari penelitian ini

mengenai penggunaan kalimat tidak efektif khususnya

dalam karangan deskripsi dan juga sebagai bahan diskusi

pada mata kuliah linguistik.

(2) Guru bahasa Indonesia pada umumnya dan khususnya guru Bahasa Indonesia sebaiknya meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, terutama dalam penggunaan kalimat efektif dalam karangan. (3) Peneliti selanjutnya, sebaiknya mengadakan penelitian yang lebih mendalam mengenai penggunaan kalimat tidak efektif. Tidak hanya pada karangan deskripsi siswa, tapi juga pada tulisan lain. Karena peneliti yakin bahwa masih banyak bentuk penggunaan kalimat tidak efektif.

 

 

 

 

Daftar Rujukan

 

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian Suatu

Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Badudu, JS. 1986. Inilah Bahasa Indonesia Yang Baik dan

Benar. Jakarta: Gramedia.

Moleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Razak, Abdul. 1985. Kalimat Efektif: Struktur, Gaya, dan

Variasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Smarapradhipa, Galih. Bertutur dengan Tulisan. Diposting

(www.rayakultura.com. Diakses, 06 Januari 2013

Karya : rafiyati ibrahim