Cerita perjalanan dan Bali

Rafi Mohamad
Karya Rafi Mohamad Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 Februari 2016
Cerita perjalanan dan Bali

Satu tempat yang tak asing di telinga. Semua orang mampu mendeskripsikan tempat tersebut, meskipin belum pernah sekalipun menginjakkan kaki disana.

Aneh, memang terdengar aneh tapi itulah kehebatan tempat itu. Tempat yang dipenuhi sihir hingga merasuk ke pikiran. Menghipnotis semua orang yang berada disana, bahkan yang belum sempat kesana. Ya, tempat itu adalah Bali.

Suatu hari temanku mengajak untuk datang ke Bali. Katanya disana banyak kuil-kuil ilmu dan ia ingin mengunjunginya. Aku heran, kabar yang aku terima dari orang-orang yang pernah berkunjung, Bali adalah taman bermain yang sangat luas. Baru kutahu disana terdapat kuil-kuil ilmu.

Sudah ikut saja, kau tak akan merugi. Sahut temanku. Aku hanya terdiam. Baik aku ikut, jawabku dalam hati. Bagus jangan lupa persiapkan apa saja yang dibutuhkan kelak di perjalanan. Aku baru sadar ternyata temanku adalah pendengar yang handal.

Pada hari pemberangkatan kita berkumpul, seperti akan mengadakan ritual. Mari kita berdoa semoga perjalanan kita asik dan berkesan. Bergegaslah kita berangkat.

Butuh sehari semalam untuk dapat mencapai tujuan. Namun dalam perjalanan kita semua tak ada yang tertidur, termasuk aku. Kita hanya tisur pada saat di atas kapal yang hendak mengantarkan ke Bali.

Setelah itu aku terbangun, dan kudapati masih berada di atas kapal, tetapi tengan arah yang berbeda. Sekarang kapal hendak mengantarkan kita pulang. Aku kebingungan, lalu kubangunkan temanku. Apa yang terjadi kenapa kapal berbalik pulang? Apa aku melewatkan perjalanan kita di Bali? Kenapa kau tidak membangunkanku?, tanyaku kecewa.

Oh iya, setahuku kau tertidur saat perjalanan ke Bali. Ah tidak-tidak, tepatnya kita semua tertidur saat perjalanan disana, kata temanku. Kita semua tertidur karena dalam perjalan menuju ke Bali, kita semua terjaga, akhirnya kita semua memilih tidur saat perjalanan di Bali, imbuh temanku sembai tertawa.

Hahaha... mendengar temanku tertawa akupun ikut tertawa, entah apa yang aku tertawakan, tak paham rasanya, tapi semakin tak paham semakin ingin tertawa hahaha.

Yang terjadi akhirnya kita semua tertawa selama perjalanan pulang. Bahkan temanku ada yang tertawa sampai tiga hari tiga malam, sungguh bahagianya atau tersiksanya dia, hahaha.

Setelah sampai aku berkata kepada diriku, aku bahagia menikmati perjalanan bresama mereka. Penuh kebersamaan dan kekompakan, untuk terjaga dalam perjalanan dan tertidur dalam tujuan.

  • view 121