Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 13 Desember 2017   00:09 WIB
MEROBEK MALAM INDONESIA


Jika kemerdekan adalah syahwat politika
Maka tuhan tak perlu berbicara tentang pengabulan
Orde lama adalah empirisme
Dan darah adalah air mata yang tersakiti penjajah
Ketimbang cinta yang ribuan kali dihiyanati
Bangsaku terjajah
Bangsaku bukan penjajah
Kau tauh itu sayangku

Jika kemerdekan adalah tumpah darah
Maka mari kita berdarah amarah membela kebenaran
Orde baru adalah penjajah politika
Dan kebenaran hanyalah omong kosong
Ketimbang ribuan kali dikiyanati para koruptor
Bangsaku dijajah
Bangsaku bukan penjajah
Kau tau itu cintaku

Tapi kini malam mulai pekat
Siang entah kemana menepih rindu
Perjalanan perjuangan belum usai
Kita masih saja menikmati habis gelap terbitlah terang
 Dan Dunia masih saja membutukan realita pejalanan
Perjuangan kita
Tapi siang masih saja cemburu
Malam entah kapan membagi rindu
Perjalanana  perjuangan belum menepih
Kita masih saja menikmati romantisnya demokrasi
Dan dunia masih saja membutukan kita untuk
Menghentikan semua itu

Merobek malam Indonesia
Kau dan aku adalah pejuang
Kau dan aku adalah sebangsa
Setanah air
Perjuangan


Merobek malam Indonesia
Kau dan aku adalah pejuang penerus Bangsa
Kau dan aku adalah
Air yang menggantikan darah
Para pejuang
Menghapus luka
Mengibarkan sayap sang
Saka merah putih
Lalu terciptalah lautan cinta
Antara kau dan aku


Dan kau tauh…
Senja esok ada dan senja pun
Nantinya akan dibunuh oleh malam
Tapi jangan ratapi duka sepihmu
Dan lihatlah esok
Betapa indahnya senja itu
Tapi itu bukan ahir dari hari ini
Kau dan aku masih dijalan yang sama.
PERJUANGAN

Karya : Rafi Sharul Salam