Mengungkap Keberadaan Jodoh dan Rezeki dalam Sebuah Buku

Rachmah  Dewi
Karya Rachmah  Dewi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 September 2016
Mengungkap Keberadaan Jodoh dan Rezeki dalam Sebuah Buku

Dari judul yang saya tulis di atas, “Mengungkap Keberadaan Jodoh dan Rezeki dalam Sebuah Buku” ini, buku apakah yang dimaksud? Buku nikah? Ya, bisa jadi. Tapi sayangnya bukan buku nikah, karena saya bukan berprofesi sebagai penghulu, hehe bercanda!

Baru-baru ini, PT Elexmedia Komputindo sebuah perusahaan penerbitan buku yang bernaung di bawah Kompas Gramedia Group mengeluarkan salah satu buku terbaru dalam “Seri Rezeki” mungkin saya termasuk salah satu yang beruntung telah membaca buku baru ini dengan cuma-cuma karena salah satu rekan kerja saya meminjamkan buku ini, btw makasih ya mbak, yang pinjemin buku ini!

Buku ini berjudul “Enteng Jodoh Enteng Rezeki” betapa menarik sekali judul bukunya. Langsung tanpa pikir panjang saya membacanya. Dari sampul depan buku dengan balutan Hard Cover ini tertulis nama pengarang buku favorit saya, yakni Ippho Santosa. Saya sudah sejak zaman kuliah memasukkan nama Ippho Santosa ke dalam daftar list penulis buku favorit saya. Mas Ippho—begitu biasa beliau disapa, bukan hanya seorang penulis, melainkan International Trainer yang sudah sering melakukan seminar motivasi ke empat benua di dunia. 

Beliau terkenal dengan julukan “Mega Bestselling Author” dengan buku yang ditulisnya yaitu ‘7 Keajaiban Rezeki’. Dalam menulis buku terbarunya, Mas Ippho tidak sendiri, melainkan beliau berduet dengan Ustadz Shamsi Ali. Beliau adalah seorang tokoh agama yang sangat terkenal dan disegani di Amerika Serikat.

Mungkin itulah sekilas dari profil kedua penulis buku “Enteng Jodoh Enteng Rezeki” ini, karena yang saya mau bahas lebih dalam adalah mengenai isi bukunya. Karena menurut saya buku ini benar-benar bermanfaat dalam segi isi, khususnya buat yang lagi nyari jodoh, buku ini bisa menjadi petunjuk. Mungkin bagi yang sedang mencari pendamping hidup apalagi bagi mereka-mereka yang sudah menginjak usia seperempat abad, mulai memikirkan “dengan siapa nanti akan menikah? Bagaimana kehidupan nanti setelah menikah? Gimana cara memilih jodoh yang baik biar gak salah pilih, apa menikah itu menyulitkan” dan sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap kali menghantui para singlewan dan singlewati yang telah cukup umur dan berencana akan menikah. Dalam menjawab kebingungan-kebingungan para pencari jodoh tersebut, diuraikan jawaban yang menurut saya mencerahkan (bukan mencerahkan wajah gara-gara pakai krim pemutih, ya! Haha) lebih dari itu mencerahkan hati dan pikiran yang kelam dan kusut. Dalam bab ke 1, buku “Enteng Jodoh Enteng Rezeki ini” dibahas mengenai Serba-serbi Kebahagiaan.

Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), Suryamin, mengutip indeks kebahagiaan, yang di mana indeks ini menunjukkan sebagaian masyarakat Indonesia sudah merasa bahagia.  Yang bener? Bener! Karena dalam faktanya, kita—masyarakat Indonesia, mempunyai indeks kebahagiaan sebesar 65,11 dari skala 0-100. Kalau digambarkan angka 0 itu tidak bahagia sedangkan 100 itu adalah bahagia. Jadi maksudnya, apapun yang dikerjakan dengan cinta pasti akan membahagiakan. Kerja 6 -8 jam sehari, mengapa kita bahagia-bahagia saja? Karena itulah bukti cinta kepada anak, istri, ataupun kedua orangtua kita.

Kemudian ada pertanyaan dalam buku ini “benarkah menjomblo itu selalu jelek” sebentar sebelum saya lanjut, sudah pada tau kan ya arti dari jomblo? Kalau yang gak tau mungkin Anda sudah punya pasangan. Ya, jomblo bisa diperhalus menjadi fakir asmara, hehehe. Dalam buku ini pun dijelaskan bahwa, para peneliti dari University of Toronto, Kanada menemukan bahwa sekitar 37 persen orang takut untuk hidup melajang. Dan ditemukan fakta bahwa, yang merasa takut untuk hidup lajang ini cenderung kurang selektif dalam memilih pasangan. Lalu, gimana baiknya? Ya, selagi kita masih belum dikaruniai pasangan atau masih berprofesi sebagai singlewan dan singlewati, teruslah memperbaiki dan menjaga diri. Terus upgrade kemampuan diri, agar yang cakap tidak hanya wajah, tapi juga akhlak dan kepribadian nya. Lalu, “benarkah pernikahan itu menjlimet” di buku ini pun diurai jawaban nya.

Penulis buku ini, Ippho Santosa juga aktif di sosial media twitter, di mana saya adalah termasuk salah satu followernya, beliau di twitter selalu meng-campaign hastagh #NikahSana dan isi-isi tweet nya pun cukup ‘menampar’ saya tentunya. Dan ternyata isi tweet dari Mas Ippho ini pun juga dijabarkan dalam buku “Enteng Jodoh Enteng Rezeki” ini. Kira-kira kenapa sih jodoh tuh belum juga hadir? Dalam buku ini ditulis: Bukan jodoh yang tidak ada. Mungkin kepantasan yang belum ada. Pantaskan diri, perbaiki diri.

Yakinlah itu cara terbaik menjemput jodoh. Wanita mestinya juga menjemput jodoh. Nggak berdiam diri. Caranya? Ya itu tadi, dengan memantaskan dan memperbaiki diri Niatmu dan kepantasanmu menentukan siapa jodohmu. Mau jodoh yang baik? Perbaiki niatmu dan kepantasanmu Wahai wanita, dirimu itu mahal! Jangan mau dibeli dengan seikat bunga, sebungkus coklat, dan setumpuk bualan. Mending tanya tanggal lamaran.

Mencari pasangan yang sempurna? Begini ya, kalau dia benar-benar sempurna, pastilah dia tidak mau sama dirimu! Ini nge-jleb sekali. Kemudian dalam bab selanjutnya, dengan sub judul “Apa yang Memicu Keajaiban Rezeki?” mungkin di antara kita, banyak yang bertanya “kenapa sih orang yang kaya makin kaya?” jawabannya mungkin orang tersebut pandai untuk beryukur. Dalam buku ini digambarkan siklus kekayaan: Makin dermawan dan makin bersyukur >> hati makin cerah dan nikmat makin bertambah >> makin kaya >> lebih kaya >> makin punya waktu luang >> makin rajin dhuha dan tahajjud >> makin kaya >> lebih kaya >> makin dermawan dan makin bersyukur.

Dan percaya atau tidak, berbakti kepada kedua orang tua khususnya Ibu juga mengundang rezeki. Betapa tidak? Dengan memuliakan ibu, Tuhan pun akan menyayangi kita. Kalian tahu, salah satu pemuda di Indonesia dikenal dengan julukan ‘anak mami’ maksudnya anak mami di sini dalam artian yang positif. Dia sangat dekat sekali dengan ibu nya, dengar-dengar pula dia sangat rajin tahajjud dan gemar membaca ayat kursi, pemuda ini pula pernah bertemu dengan Michael Schumacher, dan sekarang pemuda ini menjadi satu-satu nya pembalap dari Asia yang berkiprah di Formula 1 tahun 2016, Siapa dia? ya siapa lagi kalau bukan Rio Haryanto! Memang luar biasa sekali, Mas Rio ini. Dan dalam bab terakhir dalam buku ini dijelaskan, jodoh dalam pandangan islam diyakini sebagai takdir. Maksudnya gimana? Sebagaimana rezeki, jodoh itu sudah ditetapkan oleh Tuhan. Lalu, seseorang jadi harus pasif saja dalam menemukan siapa jodohnya?

Tentu saja tidak. Artinya, jodoh itu harus diperjuangkan oleh ikhtiar manusiawi kita dulu, barulah pada akhirnya akan bermuara kepada ketetapan “Takdir Ilahi” jadi, kalau kita hanya diam saja, tanpa action ya gimana Tuhan mau kasih jodoh, ya nggak? Usaha tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa usaha itu bohong. Sekian uraian buku “Enteng Jodoh Enteng Rezeki ini.” Semoga apa yang saya tulis membawa kebaikan pun kebermanfaatan. Saya bukan motivator, saya bukan trainer hebat, saya bukan penulis andal, saya hanya manusia biasa layaknya lagu yang dinyanyikan oleh vocal group Yovie & Nuno. (DEW)

Judul buku              : Enteng Jodoh Enteng Rezeki

Jumlah halaman     : 111 halaman

Penerbit                 : PT Elexmedia Komputindo

Penulis                  : Ippho Santosa dan Shamsi Ali

Tahun terbit           : 2016


  • view 277