Bumikan Bahasa Indonesia

Rabel Foundation
Karya Rabel Foundation Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Januari 2017
Bumikan Bahasa Indonesia

"Bumikan Bahasa Indonesia"

 

Sejumlah mahasiswa, praktisi pendidikan, dosen, dan organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Koalisi Bumikan Bahasa Indonesia (KBBI), Melakukan pengujian (judicial review) terhadap sejumlah UU, dengan tujuan membumikan kembali Bahasa Indonesia.

 

Bahwa perjuangan dalam membumikan Bahasa Indonesia adalah keinginan luhur untuk melanjutkan perjuangan mengembalikan indonesia sebagai macan asia. 

 

Sebagaimana kita tahu bahwa konstruksi perjuangan bangsa indonesia, menjadikan (bahasa) sebagai instrumen pemersatu, hal itu sebagaimana tertuang dalam salah satu ikrar sumpah pemuda 1928.

 

Tetapi, selain ikrar sumpah pemuda, rangkaian perjuangan pada fase kebangkitan nasional telah menunjukan bahwa bahasa indonesia perlu dibumikan dengan memasukannya dalam kurikulum pendidikan pada sekolah-sekolah bentukan Budi Utomo, Kh. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Ki Hajar Dewantara (Taman Siswa)

dan masih banyak lagi.

 

Latar belakang dimasukannya bahasa indonesia dalam kurikulum pendidikan pun tentu memiliki maksud yang tersirat, yakni sebagai sarana komunikasi dan konsolidasi dengan tujuan pergerakan dan perjuangan kemerdekaan bangsa.

 

Namun lebih jauh dari pada itu, pada zaman kerajaan-kerajaan dari sriwijaya hingga majapahit, Bahasa Indonesia (Melayu/Sansekerta). Telah digunakan sebagai sarana komunikasi bahkan bahasa pengantar dalam lingkungan pendidikan. Tentu para pahlawan kebangkitan nasional memahami betul strategi ini, yakni strategi politik bahasa menjadi alat penundukan sebuah bangsa. Sebagaimana kita tahu bahwa jajahan kekuasaan majapahit hingga meliputi negara-negara kawasan Asia seperti ; Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Filiphina, Timor Timur, Laut China Selatan.

 

Gerakan kami adalah spirit leluhur yang kami artikulasikan melalui perjuangan untuk membumikan bahasa indonesia sebagai bahasa nusantara dengan menguji sejumlah undang-undang di Mahkamah Konstitusi. Namun, apabila judicial review kami ditolak oleh MK, hal itu sama sekali tak menyurutkan semangat juang kita.

 

Dengan demikian kita akan tetap berjuang demi mengembalikan kekuatan  indonesia sebagai poros kekuatan asia sebagaimana kekuasaan Majapahit dahulu.

 

Semoga cita dan juang kita senantiasa dirahmati.

Terima Kasih.

 

Salam Hormat,

 

Alfian Akbar Balyanan

(Rabel Foundation)

  • view 143