Membangun Kepemimpinan Melalui Konsep Relasi

Rabel Foundation
Karya Rabel Foundation Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Januari 2017
Membangun Kepemimpinan Melalui Konsep Relasi

Membangun kepemimpinan melalui  relasi menjadi sangat penting. Sebab, relasi menentukan seberapa besar pengaruh pemimpin terhadap kelompok yang dipimpinnya.

Relasi merupakan tahap awal bagi seorang pemimpin dalam mengarungi perjalanan kepemimpinannya.

Secara teoritik, konsep kepemimpinan melalui relasi, telah dikemukakan oleh John Maxwel dalam bukunya "Five Levels Leadership", Maxwel menempatkan relasi pada level 2 dalam tahapan kepemimpinan. Lebih jauh dari pada itu, pemimpin nomor 1 dari 100 pemimpin paling berpengaruh didunia, Nabi Muhammad SAW, telah meneladani kepemimpinan berbasis relasi ini dalam konsep yang kita kenal dengan "Silaturahmi". Maka, cukup jelas bahwa kepemimpinan relasi ini menjadi penting. Kemudian, muncul pertanyaan, bagaimana cara mengembangkan kepemimpinan berbasis relasi ? Jawaban atas pertanyaan ini akan dibagi dalam beberapa tahap, sebagai berikut ;

1. Menghilangkan paradigma yang menyatakan bahwa kepemimpinan diukur berdasarkan jabatan. Sebab, kepemimpinan sejatinya merupakan 'pengaruh' bukanlah 'jabatan'.

2. Menerapkan egaliterisme dalam kelompok yang dipimpin, sehingga anggota kelompok merasa dekat dengan pemimpinnya.

3. Membangun hubungan emosional kepada seluruh anggota kelompok yang lebih erat.

4. Menerapakan metode pendekatan terhadap anggota kelompok berdasarkan culture/kebiasaan yang relevan.

Dengan catatan bahwa, metedologi pendekatan bisa dapat berubah-ubah berdasarkan relevansi atau dinamika kelompok.

Setelah melalui fase ini, pemimpin dapat menerapkan pengujian, verifikasi, dan seleksi terhadap anggota kelompok, dalam rangka mengukur potensi SDM dan tingkat efektifitas serta efisiensi kinerja anggota kelompok, agar senantiasa pemberdayaan serta pembagian tugas disesuaikan berdasarkan potensi anggota kelompok.

Dengan demikian, kepemimpinan melalui konsep relasi ini, akan mampu mendorong percepatan organisasi yang lebih progresif untuk mewujudkan visi, misi dan target organisasi.

 

Jakarta, 16 Januari 2017

  • view 152