Curhat pribadi pada suami orang? Apa tak salah?

Raahayu Pratiwi
Karya Raahayu Pratiwi Kategori Renungan
dipublikasikan 19 Maret 2017
Curhat pribadi pada suami orang? Apa tak salah?

 

"Akhi saya mau cerita tentang ikhwan yang saya suka"

"kang aku mau curhat dong"

"mas kenapa yah suami saya itu......."

"pak, hubungan saya dan suami kurang hangat, saya bingung mau cerita kesiapa kalau bukan ke bapak ?"

Mencurahkan isi hati barangkali bisa menjadi satu cara terbaik untuk mengeluarkan apa saja yang kita rasakan.

Namun, hal tersebut bisa menjadi masalah jika kita salah memilih pada siapa kita mencurahkan isi hati.

Satu hal yang harus kita sadari bahwa isi hati adalah masalah pribadi juga privasi. Bagi wanita didengarkan adalah salah  satu kebutuhannya. Namun jika ia ingin didengarkan oleh seorang pria apalagi pada ia yang sudah beristri? Tentu sangat tidak disarankan.

Berikut hal hal yang harus muslimah perhatikan ketika kalian memilih untuk mencurahkan isi hati  pada pria yang telah berkeluarga :

Yang pertama

ia bukanlah mahrommu. Pandangan dan besentuhan saja sudah jelas diberikan batasan apalagi menceritakan isi hati yang sifatnya sangat sensitif, jika kerudung saja kau uraikan menutupi dada, lengan saja kau balut dengan manset tertutup apalagi isi hatimu yang hanya kau dan Allah yang tau ? Maka jadikanlah semua rasa menjadi rahasia. Bukan  dengan cara kau ceritakan pada yang telah berkeluarga. Ingat sekali lagi, ia bukanlah mahrommu.

Yang kedua

ia telah memiliki kehidupan lain

Ketika kau meminta waktu untuk bercerita bisa jadi disaat yang sama ia tengah bersama istri dan keluarganya. Memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bersama mereka, lalu kau meminta ia untuk mendengarkan isi hatimu pada pesan singkat yang sebetulnya bisa kau curahkan pada keluarga ataupun saudara.

Yang ketiga

ia telah memiliki istri

Senyaman apapun kau mencurahkan isi hati pada pria tetap saja ada yang harus senantiasa kau jaga. Ia telah memiliki istri, seorang wanita pilihannya yang bisa jadi tak nyaman dengan kegiatanmu yang senantiasa berinteraksi dengannya. Atau mungkin merasa keberatan ketika waktu sang suami tersita olehmu yang dengan bahagianya menceritakan pria yang sedang kau sukai atau yang akan melamarmu. Ingat, bahwa bagaimanapun ia bisa membantu dan sangat nyaman untuk dimintai pendapat ia tetap seorang suami yang memiliki istri yang juga punya hati

Yang keempat

Jadilah cantik karna hijabmu. jika sehari hari kau jaga interaksi dengan yang bukan mahrommu. Pandangan saja kau jaga, berbicara pun seperlunya. Lalu disisi lain kau mengirim pesan pada pria yang tengah berkeluarga dan bilang "mas aku pengen curhat dong" lalu apa bedanya jika interkasi di sosil media tak kau beri batasan? Hijab tak hanya dijaga saat bertemu secara langsung, dalam sosial mediapun kau tetap harus menjaga hijabmu.

Yang kelima

Jika kau masih sendiri. Maka nilai tertinggi muslimah adalah hijabnya. Rasa malunya. Segan berinteraksi dengan yang bukan mahromnya apalagi ia yang sudah berkeluarga. Maka jadikan isi hatimu, rasa suka juga kagummu pada seseorang, sebagai rahasia yang hanya kau dan Allah yang tau. Kalaupun kau ingin bercerita maka pilih ia yang memang mahrommu. Seorang wanita ataupun keluarga dan sanak saudara.

Jika kau telah memiliki pasangan, maka masalah keluarga adalah hal yang harus kau jaga. Jika pasangan memiliki banyak sekali kekurangan maka tugasmu adalah menjaganya, menegur, dan memperbaikinya. Kau adalah pakaian bagi pasangnmu. Jadikan masalah rumah tangga sebagai rahasia kalian berdua.

Yang keenam

cobalah saling menjaga hati

Jika pria yang kau mintai pendapat adalah ia yang memang sangat berpengalaman dan memiliki pandangan luas akan masalah yang kau hadapi maka akan lebih baik jika kaupun membangun interaksi yang baik dengan istrinya, menyapa juga melibatkannya. Bagiamanpun ketika kau bercerita pada pria yang telah menikah kau tengah meminjam waktunya, maka libatkan istrinya sebagai penengah juga pembatas antara kau dengannya. 

Maka sungguh tempat terbaik melabuhkan segala rasa hanya Allah. mencurahkan isi hati juga pemberi jalan keluar terbaik

Dilihat 312