MAHALNYA HARGA SEBUAH KEPERCAYAAN

Raahayu Pratiwi
Karya Raahayu Pratiwi Kategori Motivasi
dipublikasikan 08 Desember 2016
MAHALNYA HARGA SEBUAH KEPERCAYAAN

Kepercayaan itu mahal harganya. Itulah stigma yang selama ini beredar di masyarakat, dan itu memang benar adanya.

Bicara tentang kepercayaan, berarti bicara tentang titipan dan kejujujaran. Kepercayaan tidak bisa disandingkan dengan uang dan materi karena kepercayaan hanya bisa dibuktikan dengan proses yang panjang.

Kepercayaan bisa pergi dengan mudah, namun sulit untuk datang kembali. Karna, untuk menumbuhkan rasa percaya saja membutuhkan waktu yang panjang, maka menjaga kepercayaan adalah sebuah perjuangan.

Percaya adalah salah satu nilai yang paling tinggi dalam sebuah kehidupan. Mempercayai, dipercayai, mempercayakan adalah tanda bahwa  adanya keyakinan yang besar akan satu hal atau akan seseorang. Hal inilah yang harus dipahami dengan mendalam mengapa kepercayaan itu begitu besar maknanya.

Seorang ibu mungkin tak akan pernah mengijinkan anaknya untuk pergi jauh dan mengambil study diluar kota jika ia tidak mempercayakan hal tersebut pada anaknya. Pun pada sebuah rumah tangga, seorang suami atau istri mungkin tak akan lagi saling terbuka jika pada salah satunya sudah tak ada lagi rasa percaya.

Percaya adalah sebuah hubungan dan ikatan yang kuat. Dimana seseorang memberikan keyakinan pada orang tersebut, bahwa ia mampu dan pantas. Maka kepercayaan orang lain terhadap kita adalah hal yang sangat berharga dan mahal.

Sebelum Anda membangun kepercayaan orang lain diluar, membangun kepercayaan orang orang terdekat dengan baik tentu akan melatih diri untuk bisa dipercaya dilingkungan luar.

Jika Anda adalah seorang anak, lalu orang tua memberikan kepercayaan penuh pada dirimu, Maka jagalah kepercayaan itu. Menjaga diri dengan sebaik-baiknya, memilih lingkungan dengan cermat, dan memilih teman sepermainan dengan sepintar-pintarnya adalah cara baik untuk bisa membangun rasa percaya pada kedua orang tua. Karna disetiap kepercayaan yang diberikan oleh mereka,  ada harapan besar dan doa keselamatan yang orang tua sisipkan untuk kita sebagai anaknya.

Jika Anda seorang suami atau istri, maka jagalah apa yang telah dipercayakan. Jagalah selalu hijab dan interkasi dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Senantiasa terbuka dan melibatkan pasangan akan hal-hal yang terjadi dalam keseharian. Karna istri yang baik tentu ia yang mampu menjaga dirinya, dan suami yang baik adalah ia yang mampu menjaga hati dan kepercayaan istrinya.

Jika Anda seorang pengusaha dan pebisnis. Tentu kepercayaan harus senantiasa selalu didapat dari para costumer dengan menepati setiap janji yang telah dibuat dan disepakati.

Dan dalam hubungan apapun, kepercayaan tentu harus selalu menjadi hal utama, karna menjaga kepercayaan sama seperti menjaga diri sendiri, ketika ada bagian diri yang terluka, maka butuh waktu untuk dapat menyembuhkannya. Maka jagalah kepercayaan orang lain terhadap kita dengan tetap menjaga dengan sebaik-baiknya.

Kepercayaan, titipan, atau “amanah” adalah sesuatu yang sangat harus kita jaga. Karna kepercayaan bukan hanya tentang sesuatu yang dipercayakan pada kita saja, namun tentang bagaimana kualitas diri untuk bisa mempertahankannya.

Lantas, apa akibatnya jika rasa percaya dari orang sudah tak ada lagi terhadap kita ? sudah jelas, kita akan sulit mendapatkan kembali kepercayaan tersebut. Kesulitan tersebut akan tambah sulit jika kita melakukannya terhadap orang lain selain keluarga. Bahkan status keluargapun bisa saja menjadi berjarak jika terdapat kekecewaan.

Maka kuncinya adalah mampu bersikap terbuka, jujur, tidak melanggar janji, tepat waktu, disiplin, dan menggunakan kepercayaan dengan sebaik-baiknya.

Mendapat amanah sebagai Imam atau makmum, mendapatkan tugas sebagai pemimpin atau dipimpin, menjadi role model atau menjadi yang meniru, menjadi orang tua atau anak, menjadi suami atau istri, dan menjadi siapapun yang mendapatkan tugas dan kepercayaan, baiknya kita jaga dengan sebaik-baiknya.

Karna sekali kepercayaan itu luntur dan berkurang, semua tak akan kembali seperti semula.

Seperti selembar kertas, sekali ia teremas dan kusut ia tak akan kembali seperti semula lagi.

Seperti cermin yang dilempar oleh batu dan pecah.

Barangkali kita bisa saja menyatukan kembali serpihan yang berserakan, namun tak akan lagi sesempurna seperti diawal.

Karna kata “maaf” setelah menghilangkan rasa percaya pada seseorang bisa saja diterima, tapi maaf belum tentu mampu mengembalikan rasa percaya yang dulu pernah ada.

Maka, cara terbaik untuk terus dipercaya adalah dengan senantiasa menjaganya.

Sekali lagi, kepercayaan adalah hal yang sangat berharga dan mahal. Karna sekali kehilangannya, Anda tak akan mendapatkanya kembali seperti diawal.

 

By Raahayu Pratiwi

  • view 1.1 K