Choosing your HUSBAND, is also choosing your FUTURE

Raahayu Pratiwi
Karya Raahayu Pratiwi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 28 Oktober 2016
Choosing your HUSBAND, is also choosing your FUTURE

Ketika kita memustukan untuk menikah dengan pria yang kita pilih untuk menjadi seorang suami, disaat itulah kita juga sedang memilih teman hidup, masa depan, pemimpin, imam, pembimbing, penyempurna agama, dan contoh juga panutan untuk keturunan kita kelak. Membahas dan memilih pasangan hidup tak sesederhana ketika kita membahas dan memilih keputusan hidup yang lainnya, seperti study, karir, tempat tinggal, bisnis, dan beberapa hal lainnya. Karna pasangan hidup adalah masa depan kita, yang kita tentukan sendiri.

Seseorang pernah berkata “you are not living in one day at your beautiful wedding, but you will givin your whole life with him”. Kita bukan hanya hidup bersama suami satu hari ketika merayakan pesta pernikahan, bukan juga satu minggu ketika menikmati indahnya masa pengantin baru, bukan hanya satu bulan ketika kita saling mengenal satu sama lain, juga bukan satu tahun ketika kita sedang tumbuh dan saling belajar bersama suami, tapi kita hidup bersamanya selama sisa usia kita, tumbuh, bersama, belajar dan melengkapi.

Bukan hanya karna uang, bukan kedudukan, bukan juga karna sebatas ketampanan, tapi laki-laki yang beriman dan bertaqwa yang perlu kita pilih sebagai pemimpin kita. Karna pasangan hidup bukan hanya tentang perkara suka juga cinta, namun tentang kebahagiaan, atau sebaliknya.

Ketika ada pria yang mendatangi dan mengajakmu untuk serius menikah, langsung minta dia mendatangi kedua orang tuamu, karna pria baik akan mendatangi walinya atau ayahnya, bukan anaknya.

Jika ada pria yang kau suka dan kau harapkan untuk menjadi suami, namun dia masih sering bolong-bolong saat beribadah, pikirkanlah kembali. Suami adalah Imam. Jika hubungannya dengan Sang Maha Pencipta saja masih bolong-bolong bagaimana membangun rumah tangga yang kokoh ? Biarkan dia belajar untuk mencintai terlebih dahulu Penciptanya.

Setelah menikah, kau akan hidup dengan seseorang yang akan memberikanmu banyak kejutan. Cepat atau lambat kau akan tau bagaimana “sosok” pasanganmu yang sesungguhnya. Maka perhatikan sedari dini hal-hal mendasar yang terlihat sederhana darinya.

Jika saat ini kau tengah menjalani proses saling mengenal dengan calon suami. Perhatikan hal-hal berikut. 

  • Pertama, lihat bagiamana lingkungan dan teman-temannya, dari sana kau akan tau ia bagian dari kelompok seperti apa. Apa saja kegiatan, dan komunitas seperti apa yang ia ikuti. Rasulallah SAW bersabda “jika ingin melihat bagaimana seseorang, lihat siapa temannya”. Dari lingkungan, jelas kita akan melihat bagaimana kualitasnya, cara berfikir, bersikap, pandangan hidup, dan lainnya. Jika teman-temannya adalah mereka yang positif, aktif dikegiatan agama juga sosial, memiliki lingkungan yang baik, bisa terlihat bahwa ia terbentuk dari lingkungan yang juga baik.

 

  • Yang kedua cari tau bagaiamana hubungannya dengan ibu dan saudara perempuannya (jika ada). Pria yang baik adalah ia yang memiliki hubungan dan memuliakan ibunya dengan sebaik-baiknya. Kau bisa tanyakan hal ini pada kakak, adik, saudara, orang terdekatnya, atau bisa kau tanyakan langsung padanya. Karna hubungan seorang anak dengan orang tua, teruatama ibu tentu pondasi awal bagaimana hubungan dia dengan mahluk sosial lainnya. Jika ia bersama ibunya saja sering berkata kasar, membentak, tidak memperdulikannya, kira-kira bagiaman hubungannya dengan rekan-rekannya ? Jika dengan seorang wanita yang telah mepertaruhkan nyawanya, membesarkan, mendidik, juga mencurahkan kasih sayang, dan mendoakannya tanpa pamrih tak ia perlakukan dengan baik, kira-kia bagaimana nanti ia memperlakukanmu sebagai seorang istrinya kelak, yang baru ia kenal dikehidupannya ? coba pikirkan yah, karna pria baik adalah dia yang mampu memperlakukan seorang wanita dengan sebaik-baiknya.

 

  • Yang ketiga, lihat bagiamana ia menyikapi anak-anak kecil. Ini pesan dari salah satu penulis favorite saya, ia mengatakan “menikhalah dengan pria yang mencintai anak-anak, jika anak orang lain saja disayangi, dijaga,dan dicintai, bagiamana dengan anaknya sendiri yang lahir dari istri yang ia cintai ?” ini mungkin terlihat agak sederhana, tapi benar. Jika seorang pria yang mampu bersabar menghadapi berbagai macam tingkah dan pola anak-anak kecil lalu ia mampu bersabar. Ini tentu menunjukan bahwa kesabaran dan kelembutannya menjadi kebiasaan.

 

  • Yang keempat, lihat bagaimana saat ia bekerja, berjanji, dan mengahadapi masalah. Ketika calon suamimu adalah pekerja keras, lihat bagaimana ia membagi waktu dan menyelesaikan pekerjaanya sampai tuntas. Pria yang baik adalah pria yang bertangguh jawab dan tau kapan saatnya bekerja, dan kapan saatnya bersama keluarga. Bekerja memang perlu, tapi bukan berarti terus bekerja dan melupakan lingkungan sekitar. Kamu gak mau kan, memiliki suami pekerja keras tapi jarang mengingat dan menghubungimu diselah sela waktunya ? pria baik akan mampu membagi waktu dengan adil.  Perhatikan saat ia berjanji dan bagaimana cara menepati janjinya, pria baik bukanlah pria yang banyak bicara, tapi pria yang bekerja keras untuk mewujudkannya. Lalu lihat bagiamana cara ia menghadapi masalah, ini adalah gambaran bagiaman sikapnya setelah menikah nanti, karna seseorang akan terlihat bagaimana kesabaran, ketenangan, kebijakannya, saat ia dihadapkan dengan masalah.

Pesan salah satu motivator kita. 

“SEBELUM MENIKAH, KAU BEBAS MEMILIH SIAPA SAJA, NAMUN SETELAH MENIKAH KAU HARUS MENERIMA DIA APA ADANYA.”

Jadi sebelum menikah kamu memiliki hak untuk mempelajari dan mempertimbangkan siapa yang akan menjadi calon imamu kelak. Karna setelah menikah semua hal bisa jadi biasa dan akhirnya terbentuk menjadi kebiasaan. Jika dia sering mendunda-nunda ibadahnya, cepat atau lamabat, sekali dua kali, kau akan mengikuti polanya. Sungguh, menikah bukan perkara sederhana yang hanya bermodalkan cinta, karna perasaan itu naik turun, maka hanya dengan ilmu dan pemahaman agama yang baik yang mampu menjadikan pernikahan, betul-betul menjadi ibadah yang indah yang seumur hidup kita jalani.

Maka, libatkan selalu Allah dalam memantapkan pasangan hidup kita ini. Karna mudah sekali untuk Allah menumbuhkan rasa yakin dan percaya dalam hati kita, juga rasa ragu tak menentu. Sungguh, Allah yang Maha Baik memfasilitasi kita untuk menumbuhkan rasa yakin dengan Istiqhoroh dan doa disepertiga malam. “memilih suami, sama dengan kau memilih masa depan”. Wanita baik-baik untuk pria baik-baik pun sebaliknya. Maka jelas, ketika bersama dengannya kau merasa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Allah, maka ia pantas kau jadikan suami. Jika malah sebaliknya, maka pikirkanlah kembali.

Maka, hal utama ketika kau memilih suami adalah pilihlah karna AGAMANYA! Hal ini tak bisa di tawar-tawar. Karna ketika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan Sang Maha Pencipta, ia juga akan memiliki hubungan yang baik pada  mahluk penciptaa-Nya yaitu sesama manusia.

Original By Raahayu Pratiwi

26 Oktober 2016

 


  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    setuju.. dan itu yg akan saya lakukan jika mencari istri dilihat dari 4 point serupa tapi gak semuanya harus sama.. yaitu 1. lihat akun medsosnya..2. Datang kerumah dan liat sikap dan prilaku dia dg ortu dan keluargnya.. 3. Mengetahui kodrat alaminya.. kasur, sumur, dapur, 4. Nurut sama suami..