Draft Novel Ini Mimpi Tapi Bukan - Percakapan Kakek

Aydi Rainkarnichi
Karya Aydi Rainkarnichi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Maret 2016
Draft Novel Ini Mimpi Tapi Bukan - Percakapan Kakek

Ya Allah ampuni aku.

...

"Kita yang seorang muslim, mengaku pemeluk agama Islam, ada yang perlu ditanyakan lagi pada diri ini, ada yang harus dibenahi dari diri ini. Apakah kita benar-benar melaksanakan ajaran agama tauhid ini, ajaran yang dibawa Muhammad SAW utusan terakhir, penutup nabi dan rasul itu? Ataukah masih sebatas pengakuan dalam kartu identitas saja, tak sungguh-sungguh berpanduan pada buku manual kehidupan itu?"

"Buku manual kehidupan?"

"Alquran, juga sunnah yang terangkum dalam lembaran hadits. Ayat tersurat maupun tersirat."

"Ayat tersurat?"

"Yang tadi disebut, Al-Quran. Panduan hidup kita selama di dunia. Pembeda antara haq dan bathil."

"Ayat tersirat?"

"Alam semesta beserta isinya, tempat kita belajar banyak perihal kehidupan. Eh, sampai mana tadi? Hehehe.."

"Berpanduan pada buku manual kehidupan, Kek."

"Baiklah, Kakek lanjutkan. Kita mungkin hafal Alquran hingga berjuz-juz, fasih sangat bacaan shalatnya. Apakah kita --yang tinggal di negeri yang katanya pemeluk Islam terbanyak itu-- hanya sebatas hafal bacaan di bibir saja, tak tahu menahu maksud dari ayat Alquran yang dibaca, mampu membaca namun seakan buta? Hafal surat Al-Fatihah, iyya kana' budu wa iyya kanas ta?in, karena sering diucap dalam shalat, hafal sangat. Namun, perilakunya jauh dari ayat tadi, malah menjadikan makhluk dan benda lain sebagai pengganti Tuhan pencipta alam semesta yang juga pencipta serta penolong dirinya? Apa-apan itu?"

Ucapannya terhenti sejenak, menyeruput teh hangat.

"Tak jua sadar apa tujuan dari menegakkan shalat? Shalat jalan, maksiat terus, jalan terus, begitukah kondisi muslim di negeri ini, ataukah memang rutinitas shalat sudah ditinggalkan? Dibilang ganggu pekerjaan? Apa-apaan ini?"

Kembali mengangkat cangkir, "Habis," ucapnya.

"Tanyakan itu pada dirimu, kakek pun sedang bertanya pada diri sendiri," lanjut si kakek sembari menuang teh ke cangkir kosong miliknya tadi.

...

Ya Allah ampuni aku.

--Tulisan ini merupakan bagian dari novel fiksi yang belum selesai itu, "Ini Mimpi, Tapi Bukan". Sebatas pengingat untuk diriku sendiri, tak hendak menggurui sesiapa. :) Selengkapnya ada di https://ceritafiksibelumselesai.blogspot.co.id