Ruang Rahasia

Aydi Rainkarnichi
Karya Aydi Rainkarnichi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Maret 2016
Ruang Rahasia

Ruang Rahasia
?
Ketika berjalan di lorong itu, hanya dingin yang akan kau rasakan. Rumah ini telah ditinggal beberapa hari lalu, pemiliknya sekarang mendekam di penjara. Police line masih melintang di depan sana, depan ruangan tanpa pintu.

Aku, yang seorang wartawan, satu-satunya pewarta yang diizinkan masuk melihat-lihat ruangan itu. Sebelumnya kupikir ruangannya pengap, namun setelah berada di sana hilang seketika prasangkaku. Ruangan yang begitu mewah kusaksikan. Bukan mewah karena penuh emas atau sarat berlian, namun lebih kepada teknologi yang diterapkan.

Melihat ruangan ini, serasa mirip dengan Bandung Command Center (BCC) di kota Bandung itu, hanya saja ruangan ini lebih tertutup seakan menyimpan beragam rahasia besar. Tak ada kesan suram maupun kusam, seberkas cahaya dapat kau temukan di berbagai sudut ruang.

Layar LED ukuran besar terpampang di sana, kuhitung ada lebih dari enam. Dua buah laptop masih menyala. Beberapa PC tanpa cangkang menampakkan seluruh isinya, kabel yang tertata rapi. Aku mendekati, melihat-lihat dan menerka spesifikasi komputer itu. Baru saja hendak kusentuh kabelnya, petugas bilang, "Jangan kau apa-apain, jauhkan tanganmu!"

Tak jadi kumenelisik lebih dalam, kuyakin processor yang digunakan adalah yang terkencang saat ini. Dibekali dengan beberapa graphic card canggih entah berapa biji, belum sempat kuhitung dengan pasti.

Tiba-tiba saja petugas lainnya bilang, ?"Waktu kunjungmu sudah habis, kami harus mensterilkan tempat ini. Waktu segitu cukup lah, ya? Untuk bahan beritamu?"

"Cukup. Baiklah, terima kasih atas kesempatannya. Eh, Pak, ruangan ini tepatnya milik siapa?"

"Kami masih mengidentifikasi. Namun yang jelas tempat ini digunakan oleh sekelompok orang pemecah kode," jawabnya.

"Sekali lagi terima kasih, Pak. Saya mohon pamit."

"Ya. Sama-sama."

-- Gambar yang kau saksikan di sini hanyalah pemanis. Aku, wartawan yang sempat berada di ruangan rahasia itu samasekali tidak diperkenankan untuk mengambil foto satu shot pun.