0.5 hati

am sigit
Karya am sigit Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Juli 2016
0.5 hati

sayang..

aku merindukanmu

tak bisakah kau merasa bahwa aku cemburu?

bila separuh jiwaku harus pergi

biarlah ia pergi

...untuk menemanimu

Membawamu kemana kau suka

dan mengantarmu kembali

sayang..

cepatlah pulang

 

 “aku mencintainya…aku tahu aku mencintainya…”

 

               Hufftt...kupandangi arakan awan diujung sana. Beriringan perlahan, mewarnai langit yang mulai kehilangan sentuhan kuning emas. Biru mengganti bersama dengan denyut matahari yang meninggi. Nafasku tertahan bersama dengan segelas besar kopi dalam genggaman yang aku sudah lupa rasanya. Orang bilang, rasa pahit dalam secangkir kopi mewakili kejujuran, dan gula yang kita tambahkan adalah pemanis kehidupan. Aku percaya, walau berbagai bahan kutambahkan, rasa kopi itu kan tetap ada. Kutatap aktivitas pagi berlalu lalang di kejauhan. Berbagai macam suara kendaraan umum, orang-orang, mobil dan motor saling berkejaran, menepati waktu yang hilang. Para pedagang pasar pagi dengan raut wajah yang mencerminkan penghasilan mereka pagi itu. Para pembersih jalanan, yang tak henti-hentinya menghapus sisa debu semalam. Aku minum sisa kopiku, kuresapi sambil mendengarkan musik kesayanganku, berharap bisa kubangkitkan nostalgia lagu-lagu lama.

 

”tapi, kita harus siap dengan segala kemungkinan...termasuk dengan yang terburuk sekalipun?!”

”iya..dan siap dengan segala kemungkinan terburuk bukan berarti merencanakan hal yang buruk kan?”

”aku percaya kebaikan itu ada!!!”

”bantu aku melihatnya?!”

“aku sudah tidak bisa…hubungan ini terasa berat bagiku, sekalipun kita kembali…semua takkan sama lagi...kamu tahu, aku sudah tak mampu”

”aku yakin kita masih bisa...ini pasti ada jalannya”

”tidak, tidak mungkin aku sanggup untuk itu...ini terasa berbeda...semua terasa tak utuh lagi”

”apakah kau tidak lagi mempercayaiku?”

”aku percaya dengan dirimu...aku hanya kehilangan kepercayaan kepada diriku”

 

             Teringat pertengkaran kita tiga malam lalu. Kesalahan yang kubuat membuatmu merapuh, dan sebentar saja, mengubah semua perasaan kita dan meluruh. Lemah seperti titik ditengah ilalang, merapuh dalam kepercayaan, hingga bergelas-gelas kopi menyelamatkanku. Sempat aku termenung sayang, berharap ini semua hanyalah mimpi, dan senyummu akan tetap ada ketika ku membuka esok hari. Tapi kopi selalu membawa kejujuran, mimpiku batal malam itu, dan yang terjadi tetap menjadi kenyataan. Hmm, ’Hurting each other’ baru saja menggantikan ’They long to be close to you’..lagu dari the Carpenters, membawaku kembali padamu, saat ini.

 

"de’, aku telah menyakitimu”

”aku minta maaf mas”

”aku telah membuatmu banyak kecewa selama ini de’ ”

”aku minta maaf mas”

”de’, aku mencintaimu”

”aku minta maaf mas”

 

             Ingatanku kembali saat pertama kali aku bertemu lagi denganmu. Kisah cinta yang hilang, dan kembali, dan kemudian harus kehilangan lagi. Aku ingat saat pertama melihat foto sepatumu, membuatku tersenyum tentang berapa ukuran sepatumu. Lalu semua dimulai dengan obrolan biasa, melalui sebuah media dan kemudian kita jatuh cinta. Aku selalu gugup setiap kali kamu membalas pesanku, dan berdegup kencang saat kamu menerima panggilanku. Kemudian aku harap-harap cemas saat menunggu jawabanmu, dan di hari berikutnya, warna-warna itu seketika memenuhi mataku. Sayang, masihkah kau ingat kalau kita pernah berjanji untuk terus bertahan apapun yang terjadi?  ”Oi..!!!”, aku tersadar saat temanku memanggil, ”ya..ada apa?!”, jawabku. ”Udah siap belum?? sebentar lagi kita mulai nih!!”. Hufft, aku bersiap...teringat, kalau ku harus pergi pagi ini. Tepat saat aku akan melangkah melewati pintu, langkahku tertahan. Sayup-sayup ’Love me Tender’ dari Elvis P terdengar, dan kurasakan keberadaanmu disekitar pagi itu, tatapanmu, senyummu, suaramu..aku melihatmu, aku mendengarmu....

 

”sayang, jangan terlalu lama pergi...cepatlah pulang jika kau sudah menemukan yang kau inginkan”

”apa kau merindukanku sayang?”

”tidak, sama sekali tidak, aku menginginkanmu...dalam seluruh hidupku”

 

 

Love me tender

Love me sweet

Never let me go

You have made my life complete

And I love you so

 

Love me tender

Love me long

Take me to your heart

For it’s there that I belong

And we’ll never part

 

Love me tender

Love me dear,

Tell me you are mine

I’ll be yours through all the years,

Till the end of time

 

(When at last my dreams come true

Darling this I know

Happiness will follow you

Everywhere you go)

-Love me tender, Elvis P, 1956-

  • view 179