0.5 malam

am sigit
Karya am sigit Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 01 April 2016
0.5 malam

”Malam itu...”, ia berkata, ”fase hidupku terhenti sejenak..”. Perlahan ia mengenang, berharap imaji terbaiknya mulai mengembang.

 

sesungguhnya hati ini indah

tak pernah terpikirkan untuk menjauh

walau tahu ia rapuh

 

Ia memutar musik favoritnya, ‘Chopin – Nocturne Op.9 No.2 in E flat major’. Alunan instrumental yang akan serentak memukul segenap telinga, membawanya melayang, mengambang. Dan..ah..sekejap ia melihat warna-warni, bergantian pelan memenuhi putih matanya. Memutar deras setiap kenangan, dan perlahan air mata menggenang. Dia pun mengingat semuanya...berusaha mengingat keseluruhan hidup yang ia jalani hingga titik ini. ”Aku masih muda”, ujarnya, ”masih banyak yang bisa kuraih untuk kuberi...” dan sejenak ia merasa telah hidup cukup lama.

  

”aku akan ke Belgia...”

”Belgia? Kenapa ke Belgia?”

“Entahlah…kurasa penyembuh doa-doaku ada disana”

“how?”

“faith, I think…ia memanggilku untuk menemuinya”

”Datanglah ke jerman mas...kamu harus kesana!”

”adakah sesuatu untukku di negeri itu??”

”kamu pernah terlahir disana, sekali waktu, dulu sekali...

ia akan disana, untuk mengembalikan sayapmu yang hilang”

  

Angin mengetuk-ngetuk lembut wajahnya. Lelaki itu hanya diam dan terus membaca. Helai demi helai, dan berlembar-lembar kertas lusuh dalam pikirannya. Satu demi satu huruf dibacanya berulang kali, hingga tak ada satupun kata yang terlewat. ”Kelak, manusia akan melupakan tulisan tangannya sendiri”, ia menggumam, ”berganti urutan garis imajiner linier”. Kali ini..aku hanyalah awan, bukan salju, atau pun sesosok bintang..bukan pula hujan, juga tidak menjadi bulan, aku hanyalah awan, ditengah tiupan angin malam. Hmm..hanya manusia setengah dewa yang mungkin akan terus mengingat dirinya. Perlahan ia menulis,

 

wonder are many

   and none is more wonderful

   than man

               -antigone, sophocles-

 

dibentuk keadaan

tak terbentuk keadaan

ada yang perlu diuraikan satu persatu

perlukah dipotong saja

lalu disatukan?

atau dibuang hilang

semuanya

                           remove all recycled bin

satu cerita

memanjang, menyambung

tak selesai

               unlimited

cerita baru terjalin

 

"and then you are all stuck

coz you were centered"

 

keping itu pecah

rekatan itu terluka

lepas....................

perjalanan tertunda

                           go to infinity

 

sebutir alpenliebe menemani

rasa krim dan strawberry

lalu pergi

manisnya hilang

asam itu datang

   - life turns around -

                           tak ada yang lebih indah

                           mungkin mentari senja

diterangkan

menerangkan

pengetahuan diperlukan

persaingan tak terelakkan

               Jalan yang lurus ditunjukkan

               rintangan berserakan

 

   "benang-benang itu berjalinan"

 

bentuk aneh mulai terbaca

membentuk siluet beriringan

terbalik

memutar balik

lalu berhenti

tidak mati

 

   ....................PAUSE................

 

kertas putih berganti

kepingan mencari rekatan

...perekat...

tak mungkin luka

 

and all you gotta do is...

 

double stranded

single stranded

circullar

                                       it is all varian

yang "single" itu reaktif

dan "double" itu aktif

circullar terpotong

linier:

                           terdiam

                                       memperhatikan

               lalu sibuk mengutak-atik

   pikiran

 

getaran mulai berujung

melubangi

berlubang

lubang

               what the...

   berhamburan

 

semua lepas

tergilas

tak masalah

karena pergi

tak berarti mati

 

   when love kills love

 

duduklah

bernyanyi

lalu pandangi

kecilnya dunia ini

karena waktu

 

   chaos

                           ......rewind....

 

 -chaos, 3:48 AM 1/12/2008-

 

”Tak masalah”, pikirnya, ”selama semuanya masih bisa dibicarakan dengan hati”. Ia diam. Sejenak bangkit, memandang sinar malam melalui debu kaca jendelanya. Perlahan ia menutup mata, berbicara dan mendengarkan semuanya. Ia mendengar simfoni deru kendaraan. Ia menangkap alunan hewan-hewan malam. Ia menyulam teriakan. Ia menggubah bisikan. Ia menghirup canda. Ia meniup amarah. ”Sungguh semua terasa berbeda...” Dirinya kembali menghela nafas panjang...berusaha menahan perasaan agar tak tumpah sia-sia. Dihirupnya kopisusu-keju racikannya, mengecap rasa, membiarkan kafein memenuhi aliran darahnya. ”Ahh...sungguh semua terasa berbeda...” ujarnya lagi, tenggelam dalam kursi malasnya. Tanpa sadar ia tersenyum.

 

”aku suka kamu de’ ”

”kenapa mas?”

”aku sayang kamu de’ ”

”kenapa mas??”

”aku cinta kamu de’ ”

”kenapa mas???”

”tidak ada alasan untuk itu...

  ...kamu tahu apa yang kutakutkan dari dirimu?”

”hmm...kamu takut kehilangan cintaku? takut aku pergi meninggalkanmu? Atau.....kamu takut aku marah-marah dan membencimu?”

”aku suka senyum dan tatapan matamu....”

 

  • view 132