Sebuah nasehat untuk anaknya

Qurrota Ayun
Karya Qurrota Ayun Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 Maret 2016
Sebuah nasehat untuk anaknya

Petikan nasehat dari ortu. Pasti kita semua pernah mendapatkan kemudian menjalankan nasehat nya.
Kutipan pertama ini hanya sekedar ingin berbagi.
Aku pernah bertanya kenapa dilarang mempunyai hutang. Iya, sangat ditekankan tidak boleh berhutang. Katanya ditambahkan apalagi aku perempuan.
Jawabnya; Sebenernya boleh saja tapi kalau bisa jangan. Berhutang akan membuat seseorang untuk ketagihan berbuat hutang lagi berikutnya. Pasti kita berhutang karena ada alasan 'kepepet' atau ingin membeli sesuatu.
Selain kita tak tahu umur kita sampai kapan, apakah bisa membayar hutang esok hari? Dan punya kah uang untuk mengembalikannya????? Disana abi juga ngajarin aku untuk membeli apapun yang kamu mau harus dengan cara menabung. Dari kecil sudah dibiasakan membeli dengan tabungan sendiri. Ternyata dibaliknya kita disuruh sabar untuk mendapatkan apa yang kita mau, semua yang kita mau butuh proses,dan kita akan menjadi orang yang 'apik' dengan barang karena barang yang kita punya semua itu dari usaha yang besar menabung dengan waktu yang lama hingga akhirnya memperolehnya.

Bersangkutan dengan hutang juga. Orangtua juga mengupayakan agar anak-anaknya tidak meminjam barang yang bersifat elektronik ataupun yang bernilai tinggi. Karena itu bukan hak kita dan semua itu punya resiko. Bila tidak beruntung, misal barang itu hilang atau rusak maka kita pun harus bertanggung jawab.

Kuncinya adalah banyak menabung. Karena lebih baik kita tidak punya hutang dan bila tabungan punya lebih kita bisa membantu orang lain.

Ini juga termasuk pola asuh dimana ayun,yubi,yasmin akan bisa menjawab barang yang dipunya sekarang diperoleh dari usaha yang besar. Kita selalu punya cerita bagaimana cara perjuangan mendapatkan barang-barang yang kita mau. Hehe.

Karena harapan abi, esok kamu bisa berdiri sendiri yang tidak meletakkan tangan dibawah melainkan harus diatas

Petikan nasehat dari ortu. Pasti kita semua pernah mendapatkan kemudian menjalankan nasehat nya.
Kutipan pertama ini hanya sekedar ingin berbagi.
Aku pernah bertanya kenapa dilarang mempunyai hutang. Iya, sangat ditekankan tidak boleh berhutang. Katanya ditambahkan apalagi aku perempuan.
Jawabnya; Sebenernya boleh saja tapi kalau bisa jangan. Berhutang akan membuat seseorang untuk ketagihan berbuat hutang lagi berikutnya. Pasti kita berhutang karena ada alasan 'kepepet' atau ingin membeli sesuatu.
Selain kita tak tahu umur kita sampai kapan, apakah bisa membayar hutang esok hari? Dan punya kah uang untuk mengembalikannya????? Disana abi juga ngajarin aku untuk membeli apapun yang kamu mau harus dengan cara menabung. Dari kecil sudah dibiasakan membeli dengan tabungan sendiri. Ternyata dibaliknya kita disuruh sabar untuk mendapatkan apa yang kita mau, semua yang kita mau butuh proses,dan kita akan menjadi orang yang 'apik' dengan barang karena barang yang kita punya semua itu dari usaha yang besar menabung dengan waktu yang lama hingga akhirnya memperolehnya.

Bersangkutan dengan hutang juga. Orangtua juga mengupayakan agar anak-anaknya tidak meminjam barang yang bersifat elektronik ataupun yang bernilai tinggi. Karena itu bukan hak kita dan semua itu punya resiko. Bila tidak beruntung, misal barang itu hilang atau rusak maka kita pun harus bertanggung jawab.

Kuncinya adalah banyak menabung. Karena lebih baik kita tidak punya hutang dan bila tabungan punya lebih kita bisa membantu orang lain.

Ini juga termasuk pola asuh dimana ayun,yubi,yasmin akan bisa menjawab barang yang dipunya sekarang diperoleh dari usaha yang besar. Kita selalu punya cerita bagaimana cara perjuangan mendapatkan barang-barang yang kita mau. Hehe.

Karena harapan abi, "esok kamu bisa berdiri sendiri yang tidak meletakkan tangan dibawah melainkan harus diatas".

  • view 103