makhluk tanah

ifaa_ story
Karya ifaa_ story Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 April 2016
makhluk tanah

Menapaki bisikan hati, mencari tahu apa yang tersembunyi, menerawang. Jauh.

Berusaha memantaskan diri, berharap mereka mengerti akan bahasa hati

Bertanya pada setiap langkah kaki, sampai mana kau akan berhenti? Masih jauh kah perjalanan ini? Atau kita sudah hampir sampai?

Ketika kita sepakat untuk melangkah maju tapi kenyataan membawa kita berjalan mundur,

Kuharap kau selalu mau untuk menjagaku tetap tegak, karena selain kau siapalah lagi?

Ah, kegelisahan ini entah untuk siapa sebenarnya tertuju,

Kepada persimpangan jalan kah? trotoar kah? Lampu lalu lintas kah?

Atau kepada pohon-pohon yang berjejer cantik seolah-olah tahu apa yang sebenarnya terjadi karena Selalu melihat kami melewati jalanan ini,

Ah, pohon itu bahkan mendapatkan perawatan dari negeri,

Diberi kalung menyala indah dan dapat tumbuh menjulang tinggi,

Tak perlu susah mencari tanah untuk tumbuh, karena mereka diberi sisi disetiap tanah negeri,

Tapi aku dan kakiku?

Kami harus terus berjalan,mencari sekotak tanah untuknya berpijak,

Tergusur kesana, terdorong kesini,

Seolah-olah makhluk dari tanah ini tak punya hak atas tanah itu sendiri

Maafkanlah makhluk tanah yang setiap hari menyusuri jalan disepanjang negeri

Mengadahkan tangan, kepada yang bermurah hati

Tentu kami pernah berharap,

Andai saja kami seperti tuan-tuan penghuni negeri

 

 

 

  • view 104