Kisah yang Sengaja Kau Pendam Sendiri (1)

Putrii Ismawati
Karya Putrii Ismawati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Agustus 2017
Kisah yang Sengaja Kau Pendam Sendiri (1)

Kisah yang Sengaja Kau Pendam Sendiri

Waktu merambat lambat menguntai perih. Hati yang basah, tertambah jerit oleh nada-nada sumbang para pembenci. Kau sembunyikan, begitu rapat, begitu lekat. Hingga tretap indah dihadapku, tetap tegar dengan senyummu. Sedang aku, tak sedikitpun bias mengurai sedihmu.

Jarak melukiskan rindu yang enggan tersentuh jemari. Dewasa yang terpaksa kau hadapi, terasa menyeruak di mataku. Dewasa yang tidak ada pilihan lain, harus kau jalani. Sendiri. Di sana. Tanpa siapapun. Lagi-lagi, aku hanya terpaku menatap. Jerit hati dan tangisan ini seolah hanya polesan. Tanpa bias beranjak untuk memelukmu.

Di sana, tempat yang begitu jauh. Tempat yang nampaknya begitu tak nyaman bagimu. Aku mengenalmu dengan sangat, aku tahu bagaimana sebenarnya luka dalam hidupmu yang tak akan pernah usia seumur hidup. Luka yang bukan karena ulahmu. Luka yang tidak seharusnya kau nikmati seorang diri. Luka dari orang-orang dewasa yang begitu egois. Luka yang memaksamu kini menjadi seperti ini.

Maafkan dunia dewasa kami yang begitu jahat kepadamu.

(@putriismawa, #jerithati #kisahsendiri #ponorogo)

  • view 52