Kapan Nikah (1)

Putrii Ismawati
Karya Putrii Ismawati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Agustus 2017
Kapan Nikah (1)

(1)

 

Untukmu yang tengah menantinya datang dan untuk sepotong hati yang terus berjuang mengumpulkan segenggam keberanian. Tak usah gusar meski teman seusiamu kian memudar dari peredarannya di jalan raya. Tak usah resah meski teman sepermainanmu mulai berdiam diri dirumah dengan tanggung jawab barunya. Sungguh, itu bukan hal yang penting untuk kau fikirkan.

 

Mereka, mestinya sudah jauh siap dengan pertempuran dunia baru. Pun tidak berarti kau tidak siap, Sayang. Ketahuilah, berpuluh orang kutemui dan hampir semua membicarakan tentang hal ini. Kau tidak sendiri.

 

Menikah. Sejatinya bukan sekadar rindu dan cinta yang halal. Disana, adalah tempat perjuangan kehidupan yang luar biasa. Tempat bertumbuhnya generasi hebat dari rahimmu kelak. Jadi, Sayang, kau tidak perlu terburu melihat tenda biru bergantian ada di halaman rumah teman-temanmu. Justru mungkin dengan kamu belum melewatinya sekarang, kau diberi kesempatan Tuhan untuk terus memperkaya wawasan diri.

 

Menikah. Tidak sekadar saya jadi istrimu dan kamu jadi suami saya. Namun membentuk satu Surga dengan sungai-sungai susu mengalir dibawahnya. Dengan melahirkan generasi penerus yang hebat dari seorang Ibu dan Ayah yang luar biasa.

 

Itulah kamu dan pasanganmu, kelak.

(Perindumu, @putriismawa #shmily)

  • view 45