Rindu Awak 200%

Putri Al Fatih
Karya Putri Al Fatih Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 27 Juli 2016
Rindu Awak 200%

Rindu Awak 200%

 

Sebuah drama Malaysia bertajuk Rindu Awak menjadi magnet kehidupan saya beberapa hari ini. Hampir satu pekan saya tidak keluar kamar, hanya untuk menghabiskan drama tersebut. Bahkan, saya lupa untuk makan, mandi, dan beribadah. Jelas efek yang tidak baik, namun sampai akhirnya saya menemukan sebuah catatan tersendiri mengenai drama tersebut. Sebelumnya, saya akan mengenalkan drama Malaysia ini kepada pembaca semua.

Rindu Awak 200%, adalah drama Malaysia yang disiarkan pada tahun 2014 oleh TV3. Pemeran utama dibintangi oleh pendatang baru Ayda Jebat sebagai Armel Aesya dan Zul Ariffin sebagai Zil Faezrul. Secara subjektif drama ini menarik banyak penonton karena emosi dan realitas yang tidak terlepas pada setiap episodenya. Namun, secara objektif drama ini menjadi populer karena diangkat dari novel karya Liyana Zahim dan penulis naksah Nieza Nahar.

Saya memang belum membaca langsung novel tersebut, namun saya membaca sinopsis singkatnya. Sehingga saya bisa memastikan bahwa novel ini pantas dibaca oleh remaja yang sedang memiliki hubungan, atau yang hendak melangkah menuju jenjang pernikahan. Itu pun jika pembaca sekalian berminat.

Kembali kepada drama. Saya melihat adanya perbedaan yang sangat jelas dari drama Rindu Awak 200% dengan drama-drama Malaysia lainnya yang diadaptasi dari novel. Jika sebuah drama selalu memiliki alur dengan akhir yang sudah bisa ditebak, drama Rindu Awak 200% ini memiliki banyak kejutan. Di episode 1-20, emosi kita akan diguncang-guncangkan oleh pertengkaran rumah tangga, keegoisan Armel Aesya, serta kesabaran Faez yang meminang Armel sebab dia adakah Jodoh Istikharah Faez. Sehingga, saya tidak bisa menebak bagaimana akhirnya. Kerana sudah terlalu asyik dengan peran ‘kejam’ Armel kepada Faez, suaminya.

Hingga sebuah kejadian mengubah perilaku Armel, sayangnya ketika itu Faez sudah terlalu kecewa dengan perilaku Armel selama pernikahan. Bahkan, satu di antara sekian episode drama tersebut menyuguhkan adegan di mana Faez dengan terpaksa dan marah menjatuhkan talak satu kepada Armel. Semua itu Faez lakukan karena dia merasa kecewa terhadap Armel yang menghina langsung Abah Faez.

Apa yang akan terjadi setelahnya? Bagaimana bisa Armel sangat membenci suaminya yang sangat sabar, baik dan tampan? Serta kenapa Faez begitu mempertahankan perilaku isterinya yang sudah tidak pantas?

Pembaca sekalian pasti penasaran, kan? Semua kisah di atas bisa pembaca saksikan di Youtube atau yang sudah menonton, bisa komen di bawah tentang drama tersebut.

 

NB: Bukan untuk membandingkan dengan drama Negeri sendiri. Tetapi kita harus belajar, bagaimana menyuguhkan adegan drama dengan baik tanpa mengurangi makna drama itu sendiri.

Salam, Putri Al Fatih.