Your World. Your Life. Your Way.

Putri Al Fatih
Karya Putri Al Fatih Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Juli 2016
Your World. Your Life. Your Way.

Membicarakan dunia, kehidupan dan jalan yang dipilih oleh seseorang.

Saya tidak akan menggurui, ini hanyalah sedikit pengalaman, dan sebuah kisah nyata yang bisa saya bagi kepada Anda semua.

Dunia memiliki sebuah titik fokus, medan magnet, atau lubang hitam yang mengharuskan segala hal tertuju ke sana. Selalu mengarah, bahkan mengesampingkan keselamatan jiwa. Tidak membedakan kaya atau miskin, kuat atau lemah, tinggi atau rendah, baik atau buruk, dll.

Titik fokus yang saya sebutkan di sini adalah sebuah kata 'cita-cita'-yang harus 'tinggi'-sampai 'ke langit'-'terbang'.

Jangan lagi-lagi mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki cita-cita dan menggapainya. Saya melarang Anda mengatakan hal itu di dalam hati ketika membaca tulisan ini.

Karena kata 'harus' tidak merubah keadaan pribadi orang tersebut untuk menggapainya. Kata 'harus' lebih mengarah kepada perintah, sebuah kewajiban yang tidak bisa dilanggar. 

Jadi, ketika seseorang 'harus' memiliki cita-cita dan menggapainya. Maka dengan tidak ada keterkecualian, orang tersebut harus menjadi apa yang dicita-citakan, bagaimanapun caranya, dan seperti apapun bentuknya. Lalu? Ketika seorang yang miskin mencuri untuk melanjutkan sekolah karena bercita-cita menjadi seorang polisi, itu tidak bisa disalahkan. Karena seorang tersebut hanya sedang berusaha untuk menggapai cita-citanya. 

Pikirkanlah!

Kembali ke pembahasan. Ketika cita-cita menjadi titik fokus utama kehidupan manusia di dunia.

Yang ingin kaya terus bekerja keras. 

Yang ingin pintar terus belajar.

Dari ke dua kalimat di atas. Manusia tidak harus memiliki cita-cita. Tetapi harus memiliki keinginan, niat, tekad, dan sebuah semangat untuk mendorongnya. Karena, ketika cita-cita didukung oleh materi {uang}, tetapi niat si pemilik cita-cita tidak penuh, semua yang dilakukan hanya sebatas 'senang-senang'. Orang tersebut tidak akan mengambil berat apa yang dipikulnya. Tidak merasa itu sebuah tanggung jawab terhadap hidupnya. Jika sudah begini, semua hanya tinggal -bekas- . Bekas siswa, bekas boss, bekas guru, bekas polisi, bekas pilot, bekas mahasiswa, bekas dokter, dll .

Lalu, sebenarnya bagaimana menuju titik fokus tersebut tanpa melakukan satu kesalahan sekalipun. Tidak ada!!

Tidak ada yang bisa menuju titik fokus tanpa kesalahan. Semua manusia akan dan pasti melakukan kesalahan dalam perjalanan menuju titik fokus. Tetapi, setiap manusia memiliki sebuah kemampuan untuk menunda kesalahan itu datang. Dengan cara sederhana, lewati jalan yang kita suka. Mungkin kita menyukai jalan berbatu, berkerikil, berpasir dengan pantai, atau jalan berkelok dengan bunga di tepinya. Kita yang memiliki keputusan itu. Tanpa terkecuali, pasti sebuah resiko akan menjadi bumbu di sepanjang perjalanan. Karena kita yang memutuskan, maka sudah pasti kita bisa meramalkan semua itu. Mengantisipasi. 

Cara sederhana saya sebelum memutuskan sesuatu. Buatlah silsilah keputusan. Selalu mencari keputusan terberat, masalah terumit dan resiko paling besar. Sehingga, ketika kita mendapat yang lebih berat, rumit dan besar, kita tidak kaget karena kita sudah membayangkan dan tahu bagaimana menyelesaikannya. Ketika masalah yang lebih sederhana dari itu datang kita juga tidak perlu khawatir karena kita pernah menyelesaikan masalah yang lebih besar.

Keputusan yang akan membawa kita kepada titik fokus. Sebuah cita-cita yang kita inginkan. Bukan yang harus kita gapai atau kita usahakan. Tuhan memang tidak bergerak seirama dengan hati kita. Tetapi Tuhan tidak akan merubah nasib hambaNya jika kita sebagai hambaNya tidak merubahnya sendiri. 

Mengutip dari sebuah film animasi yang sangat saya sukai. Kungfu Panda: Kesalahan itu tidak ada. Karena setiap kesalahan yang kita buat, memiliki akhir yang kita inginkan, hikmah, bahagia, dan sebuah rahasia yang hanya Tuhan pemiliknya.

Setelah kita sudah memutuskan, seperti apa kerangka hidup kita. Tinggal bagaimana kita menjalaninya. Dengan siapa, seperti apa, dan kapan itu dimulai. 

Tidak sedikit dari kita yang memiliki banyak resolusi.Termasuk saya yang terlalu tinggi berangan-angan. Namun, ketika di tengah perjalanan godaan banyak hadir dan menggoyahkan keimanan resolusi kita. Yang kita lakukan malah mengikuti arus tersebut. Meninggalkan resolusi dan menjadikan diri kita terjebak oleh apa yang tidak kita inginkan.

Terjebak kepada sesuatu yang tidak kita inginkan adalah sebuah penjara tidak beruji yang membuat kita sulit untuk pergi.

Seorang mahasiswa yang salah jurusan hanya memiliki dua fokus dalam hidupnya. Kuliah asal-asalan asal mendapat kiriman uang. Atau keluar dan mulai meniti jalan hidupnya yang sudah tersusun sebelumnya. Meski itu tidak mudah.

Sama, seperti sebagian dari kita. Ketika keputusan sudah ditentukan. Jalan sudah dirancang. Tetaplah untuk ada di jalan itu. Bagaimanapun godaan yang datang. Jalan itulah yang akan membawa kita kepada yang tinggi -cita-cita- sebuah kata dari ‘keinginan’ yang ingin kita gapai tetapi kita miliki untuk menjadi sebuah dorongan menuju titik fokus dengan jalan yang lebih baik lagi.

Dan selalu harus diingat. Tidak ada kesalahan. Yang ada hanyalah cara berbeda pada setiap manusia untuk menuju titik fokus. Hilangkan kata harus dari hidup kita, kalian semua, yang masih ragu apakah benar yang saya lakukan, apakah ini yang saya inginkan? Tanyakan kepada diri Anda, setelahnya putuskan apa yang sebenarnya Anda perlukan. 

Karena ini adalah duniamu, untuk hidup yang kamu inginkan, dengan cara yang kamu sukai.

Renungkanlah!

 

Salam Penulis

Putri Al Fatih