Jurnalistik Banci atau Jujur!

Putri Al Fatih
Karya Putri Al Fatih Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Juni 2016
Jurnalistik Banci atau Jujur!

Assalammu'alaikum, 

Salam sejahtera untuk kita semua ....

Sebelumnya, saya ingin memohon maaf kepada semua penghuni inspirasi.co, khususnya teman-teman kost inspirasi.co yang setia dengan tulisan saya selama beberapa bulan belakangan. Sudah lama saya tidak memposting karya, bukan karena saya sok sibuk atau sejenisnya. Tetapi memang selama bulan Mei saya disibukkan dengan hal yang sangat memberikan pengalaman berharga kepada saya. Dimulai dari kegiatan hari sastra (Chairil Anwar) hingga pelatihan jurnalistik yang sudah saya tunggu-tunggu.

Nah, dalam kesempatan saya yang tidak banyak. Saya ingin memberikan sedikit cerita yang sedikit bermanfaat kepada teman-teman semua mengenai jurnalistik yang saya dapatkan dari pelatihan selama dua hari. 

Membicarakan jurnalistik, sudah pasti kita membicarakan wartawan, koran, majalah, liputan, wawancara, foto atau sekedar duduk bimbang menanti manusia yang katanya penting keluar dari gedung keuangan (kantor pemerintahan). Ternyata, jurnalistik tidak hanya berkutit di sana.Banyak hal yang dilakukan jurnalistik. Perkembangan zaman misalnya. Sejarah tidak akan menjadi sejarah tanpa jurnalistik yang menuliskan. Cerita pemerintahan tidak akan sempurna tanpa tangan hebat jurnalistik yang mengabadikan. Jadi, sejarah ada karena seseorang menuliskan, mengabadikan, dan orang-orang tersebutlah yang kita kenal dengan Jurnalistik.

Tetapi, dalam jurnalistik yang terjadi di era sekarang adalah bagaimana menjadi sosok jurnalistik yang jujur. Bukannya BANCI = Ikut saja apa yang diperintahkan, cari aman dalam segala hal, padahal jelas sudah ada UU mengenal Pers.

Ah, berbicara jurnalistik juga saya banyak belajar bagaimana tidak mudahnya melawan diri sendiri. Ya, kata Om John : Jurnalistik haruslah melawan diri sendiri untuk kepentingan orang lain. Juga, satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan jurnalistik. Kode etik yang tidak boleh dilanggar, jika ingin menjadi wartawan yang tulisan, media, dan kantornya dikenal dengan baik oleh banyak orang, yaitu kejujuran. Jurnalistik itu harus menjunjung tinggi fakta, jujur, tidak memihak, dan selalu mementingkan kepentingan orang lain. 

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pelatihan ini, sebagai implementasi saya menuliskan catatan harian sederhana. Semoga teman-teman kost inspirasi.co bisa terobati rindunya, tulisan ini bukan tulisan yang terakhir. Ini adalah permulaan, di mana saya akan mencoba berubah haluan dari passion tulisan saya.

Salam, 

 

NB: Itu foto Pimpinan Redaksi Kapuas Post, Om John 


  • novi elkarim
    novi elkarim
    1 tahun yang lalu.
    benar sekali. jurnalistik sekarang terkesan seperti "mengikuti pasar", menginformasikan apa yang akan menarik minat banyak orang dengan mengesampingkan apakah informasi itu benar atau tidak. sering kali media digunakan sebagai alat untuk membentuk opini publik.