Resolusi Ramadhan 1439 H

Putra Astaman
Karya Putra Astaman Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Juni 2018
Resolusi Ramadhan 1439 H

Nunggu Ramadhan itu seperti nunggu jodoh?  Ha ha bukan. Menunggu Ramadhan itu keharusan. Yup, sebab dibulan inilah pahala berlipatganda, setan dipenjara, dan surga dibukakan selebar-lebarnya

Apalagi Ramadhan di Indonesia, banyak hal yang tidak kita jumpai di negara lain selain negara ini. Mulai dari aneka makanan ta'jil sampai beragam sikap unik masyarakatnya. Saya ingat 2 tahun lalu ketika bulan Ramadhan, ada seorang juru parkir hampir emosi kepada pengendara motor namun akhirnya ia menggerutuk, "Wuy, untung baeh ini bulan puaso"

Wah, dalam diam saya takjub dengan sikap juru parkir tersebut. Saya hanya bisa senyum-senyum sendiri dan bergumam, "Ya Allah, andai setiap bulan adalah Ramadhan tentu juru parkir dan beragam manusia di muka bumi ini jadi lebih sabar".

Well, tulisan ini akan saya persingkat. Maka daripada itu, sudah selayaknya kita memaksimalkan bulan yang penuh berkah ini setiap tahunnya. Hanya ada 30 hari waktu kita dalam 1 tahun. Semoga hari-hari tersebut dapat produktif dengan beberapa resolusi yang saya canangkan ini.

Shalat dari wajib sampai sunnah kita coba tak tawar-tawar lagi, harus full semaksimalnya. Sebab pahala sunnah dibulan ini terkonversi menjadi pahala wajib dan pahala wajib berkali-kali lipatnya. Baca Al-qur'an dan tambah hafalan, paling tidak 2 kali khatam dan lengkapi 1 juz yang sudah lama dihafal tapi tak selesai-selesai, ingat kalau Ramadhan ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. 

Jangan cari alasan untuk tidak olahraga dibulan Ramadhan, mentang-mentang puasa jadi lemes dan dimaklumi, jangan. Ada waktu sore yang bisa di manfaatkan untuk lari sekedar 3 keliling minimal 3 kali dalam sepekan. InsyaAllah puasa itu buat tubuh kita tambah sehat dan kuat bukan lemah dan tak berdaya.

Kita juga harus priduktif menghasilkan karya di bulan Ramadhan ini,  berhenti hanya jadi penikmat karya orang lain deh. Pada poin ini saya spesialkan untuk menulis (banyak karya lain yang bisa kita hasilkan). One day one article adalah resolusi bagi saya agar priduktif menulis. Saya juga masih mengkhawatirkan apakah bisa konsisten setiap hari. Makanya dijadii  resolusi terbuka seperti ini biar ada yang ngingetin kalau lupa.

At the last, terimakasih sudah baca. Kalian akan jadk saksi, kok berani-beraninya manusia penuh dosa ini mencanangkan resolusi Ramadhan seperti itu. Ha ha,  yuk berjuang 

  • view 17