Sesulit itu

Sesulit itu

Puti
Karya Puti  Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 Juli 2018
Sesulit itu

"Kamu masih di tempat yang sama? Berdiri tegak pada pijakan yang itu?" tanyanya penasaran

"Pijakan yang mana? Aku memang masih berdiri pada pijakan yang satu, hanya satu, Tuhanmu dan Tuhanku"

"Wah aku salah tanya, pertanyaanku tak terjawab, bagaimana dengan dia yang pernah meninggalkan jejak di hatimu?"

"Hahahah, kenapa aku harus berdiri tegak di satu tempat sedang ia melalangbuana kemanapun ia mau?"

"Kenapa sulit sekali menjawab pertanyaankuuuu? Kamu pasti mengerti pertanyaankuu" tanyanya gemas

"Kenapa aku harus menjawabnya, kenapa tidak ia saja yang tanya kepadakuu? Kamu mata-matanya?" jawabku yang ikut gemas.

"No answer"

"Chat ended"


 

 

 

Sebab katanya cinta karena Allah itu mudah, tiba-tiba saja lurus jalannya, tiba-tiba saja mudah jalannya... 

Jangan-jangan kita memang salah cara dalam mencintai, atau mencintai bagian yang salah, mencintai dengan niat yang salah?

Wallahua'lam


Kenapa membahas yang lalu-lalu ketika lalu itu sudah berlalu.

"Bagaimana jika yang lalu adalah masa depanmu?"

Itu pasti  sudah digariskan sedemikian rupa..

Bukankah kita pernah bertemu bagian masa lalu menjadi bagian dari masa sekarang?

Yang penting aku tak hanya terdiam dan membisu mengenang masa lalu.


 

 

Intinya tawakkal itu cara terbaik memadamkan kobaran api dalam diri, menenangkan hati yang gelisah, meninggalkan keraguan yang menghujam dada, atau apalah bahasanya.

Kok ga nyambung?

Eh iyakah? 

Aku hanya berpijak pada Ia yang satu, sambil ikhtiar, semoga Ia kirimkan satu yang insya Allah pasti pas buatku :)

  • view 52