Serdadu

Puti
Karya Puti  Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Serdadu

Dasi belang dan kemeja turun bukit

Kaki yang terpaksa merekah, langit masih pekat, matahari belum singgah

Kuda besi langka, sepatu tak kuasa

Segumpal daging bicara “biarkan saja”

            Langit masih gelap, rumah melompong, kosong

            Manusia telah lari mengejar pagi

            Dari dusun menuju kota, semua sama

            Berbondong menyongsong dunia dengan peradaban

            Para serdadu, berangkat pagi pulang senja

Apa benar akhir dari sebuah gelar?

Gedung pencakar langit dengan dunia yang mendahaga

Apa akhir sebuah gelar?

“Gelar yang mana?”katamu

“Kau tak harus jadi serdadu, pikiranmu jangan kau temboki” ucapmu

            Lelaki tubuh dingin itu bicara

            “Cukup saja aku yang jadi serdadu!”

            Kenapa kau mendustai ragamu?

            Ubanmu bertumbuh, dadamu tak lagi tangguh

            Ayah, kau sudah lelah jadi serdadu

 

 

  

 

  • view 164