#malam bumi (lima): Sistematika Pemikiran

Puti
Karya Puti  Kategori Motivasi
dipublikasikan 05 Desember 2016
#malam bumi (lima): Sistematika Pemikiran

Ayahku pernah berkata, bahwa menjadi "anak kuliahan" haruslah beda, dimana pemikirannya tak lagi sesempit saat dia masih berada di bangku bernama sekolah. Entah tiba-tiba aku mendengar kata baru yang tak pernah diucapkan di rumah, anak kuliahan adalah kaum intelektual.

Seorang trainer juga menyiratkan hal yang sama bahwa nanti saat kita tak lagi di bangku sekolah kita harus menjadi "berbeda" dari sebelumnya. Kala itu saat di bangku SMA, seorang trainer diundang dihadapanku dan kawan-kawanku, para guru bilang ini pembekalan bagi calon anggota OSIS kala itu *jika aku tidak salah event apa itu.  Satu hal yang ku ingat darinya adalah ketika ia menceritakan bahwa pemikiran setiap kita tidaklah sama, setiap manusia dilahirkan dengan pemikiran yang berbeda, seperti para anak kuliahan. Jika kita masuk dalam lingkungan universitas, tidak ada penyeragaman dalam hal berpakaian bagi mahasiswanya (mungkin kecuali beberapa yang memang harus menggunakan seragam *tapi kala itu aku belum tahu hahah). Setiap orang bebas mengekspresikan dirinya sendiri, bahkan dalam hal berpakaian. Setiap orang punya gaya dan pembedanya masing-masing. Dalam kehidupan "kuliahan" pula  kita bebas mengutarakan pendapat dan pandangan kita, memberikan aspirasi bahkan kepada para petinggi (tentunya dengan adab dan norma yang baik pula). Akhirnya para anak muda itu menemukan diri dan passion-nya sendiri dalam gayanya sendiri, ada yang lebih keren di sisi belajar ada juga yang lainnya seperti organisasi atau bakat lainnya. Namun, dunia sekolah  kadang sebaliknya, mungkin harusnya tidak ada seragam agar tak ada penyamarataan pemikiran pada setiap anak. Canda si Trainer.. Seakan setiap anak dituntut berpikir sama, belajar saja. Toh, di luar negeri, rata-rata juga tidak pakai seragam bahkan sejak sekolah dasar.. Kami pun tertawa mendengar candanya hehe

Yah dunia perkuliahan memang mengajarkan banyak hal, bagaimana mengatur diri sendiri dan orang lain, walaupun kita mungkin belum becus mengatur diri kita sendiri, tapi amanah-amanah seperti itulah yang mendewasakan kita, yang menyemangati dan memotivasi kita untuk selalu berkembang dan menjadi lebih baik dari sosok kita sebelumnya. Dunia perkuliahan juga mengajarkan kita bagaimana bersikap dewasa, menahan diri juga membawa diri, termasuk juga mengatur isi pemikiran dan hati kita sendiri. Bagaimana kita terus berhusnudzon  dan berpikir positif akan orang lain.

Lalu, kenapa malam ini berjudul sistematika pemikiran?

Sebelumnya, kuceritakan sedikit sesuatu. Pada suatu ketika di jenjang perkuliahan, pengerjaan tugas akhirku dibimbing oleh tiga orang pembimbing. Jelas saja setiap pembimbing punya karakter dan wataknya yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang menarik.   Suatu hari aku dan partner kerjaku berniat mendiskusikan kebingungan kami akan suatu hal pada ketiga dosen pembimbing kami yang kebetulan sama. Setiap dosen menjawab dengan gaya jawaban yang berbeda. Ada yang langsung menjelaskan hingga sejelas-jelasnya, ada yang cukup mengiyakan dan memberi kita clue (secara tidak langsung) untuk mendapatkan jawabannya, ada pula yang menjawabnya dengan sepotong penjelasan yang kadang  tak menjawab pertanyaan dan membuat kita benar-benar harus mencari jawabannya sendiri.  Hingga partner kerjaku yang mungkin karena lelah juga tiba-tiba berkata "iya aku enakan sama beliau aja, langsung, kaya dapet pencerahan".. Aku tersenyum saja kala itu hehe (di dalam hati). 

Yap memang menyenangkan mendapat jawaban secara langsung ketika kita kebingungan tanpa menambah kebingungan lainnya. Tapi, setiap orang punya gaya mendidiknya masing-masing, Ada yang karena sayangnya beliau memberikan tempaan lebih dengan cara yang lebih pula yang kadang membuat kita tak mengerti pada awalnya. Ada yang karena sayangnya, tak ingin merepotkan dan menyusahkan, maka diberikanlah segala kemudahan yang memudahkan. Hingga suatu ketika setelah beberapa bulan berlalu  setelah melewati berbagai kebingungan dan jawabannya, partnerku berkata lagi  "mereka itu baik ya sebenarnya, cuma caranya aja kadang ada yang enak, ada yang kurang enak". Dan kata-kata itu pula yang mungkin menjadi catatan pemikiran positif kita berdua jika dalam masa lelah untuk tetap bertahan dan memperjuangkan tugas akhir hingga selesai.. hehe

Benar saja, suatu hari di penghujung waktu, mereka  menjelaskan segala tujuan mereka dengan caranya itu. Penjelasan yang sedikit banyak membuatku terharu walaupun sebenarnya telah kuduga dan kupahami hal itu, namun dalam beberapa hal ternyata kepeduliannya  lebih dari yang pernah kuduga. Seorang darinya pernah kulihat matanya memerah ketika menceritakan, terlihat betapa tegarnya dia menahan segala itu. Dunia perkuliahan adalah bagaimana kita membangun sistematika pemikiran, bagaimana kita menyusun kotak-kotak pemikiran kita, menegaskannya dalam tindakan yang kita punya hingga mencapai target dari hal yang telah kita susun sebelumnya.   Dunia perkuliahan adalah bagaimana kita membangun sistematika pemikiran, bagaimana kita mengokohkan penegasan dan rencana yang kita buat, mengatur pemikiran agar tetap sistematis menuju tujuan, mengatur pemikiran agar tak jatuh dalam lubang kekhawatiran yang berlebihan.  Yah itu hanyalah gambaran... Intinya dunia perkuliahan adalah ladang  ilmu tentang sistematika pemikiran.

Jadi, segala kesusahan yang kita temui adalah bentuk ladang pendewasaan diri dan melatih kita membangun sistematika pemikiran kita sendiri.

Kepadamu, yang masih berjuang, bersemangatlah!! semoga Tuhan menguatkan pundak dan membesarkan hatimu, semangat mendewasakan dan membangun sistematika pemikiranmu sendiri! :)

Bersemangatlah!

Percayalah, dunia nyata setelah perkuliahan adalah dunia yang lebih sulit ditaklukan, karena tak selalu ada pembimbing yang menyemangati atau mengawasi, tentunya kecuali Dia yang Maha Tahu Segalanya hehe

Semangat!

Sesungguhnya yang menulis ini juga terus dan masih belajar semoga bisa lebih baik lagi..

 #cmiiw 

-ppppppppp-

Tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui melainkan hanya untuk berbagi. Ambillah sisi terbaiknya, ingatkanlah jika ada yang salah dan keburukan yang ada padanya.

 

  • view 192