Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 22 Januari 2016   14:26 WIB
Hati Itu Bukan Layangan

Aku hampir lupa tentangnya, aku ingin melupakannya, tepatnya. Tapi, malam ini tiba-tiba ponselku
berdering. Sebuah nomor yang tak asing bagiku. Aku pun meraih ponselku.

?Halo, Assalamualaikum, Nad? terdengar suara pria yang tak asing bagiku

?Waalaikumsalam. Maaf ini siapa?? tanyaku memastikan

Lelaki itu menahan tawa, ?Segitunya ya, aku ini fajar? jawabnya meyakinkanku

?Oh, iya, ada perlu apa? ? Jawabku datar

?Apa kabar?? tanyanya

?Baik?

Ia berdehem, ?Kuliahnya gimana Nad??

?Lancar? jawabku

?Kapan wisuda??

?Secepatnya? jawabku datar

?Kok datar amat sih. Gak seru ah? ia terdengar kesal

?Fajar, aku sibuk. Sudah ya. Assalamualaikum? jawabku. Ku sudahi percakapan itu.

Aku tahu, mungkin itu salah. Tapi, bolehkan jika aku ingin menjaga hati? Aku pun mengirim sebuah pesan singkat untuknya

?Maaf Fajar. Jangan hubungi aku lagi jika tidak begitu penting. Biarkan aku menata hari-hariku tanpa kamu. Maafkan aku?

Siapa yang tak sebal, semenit muncul dan berbulan-bulan ia menghilang. Ia pikir ini lucu.
Atau mungkin aku yang terlalu Baper?

Hati itu bukan layangan yang bisa ditarik ulur, tapi sama-sama bisa putus.

?

Karya : Nasyrah Purnama Sari