Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Enterpreneurship 5 Januari 2018   19:17 WIB
Raheem, Sebuah Jalan Cinta Para Pejuang

Sebuah kekhawatiran bagi seorang yang baru lulus menempuh pendidikannya adalah mengenai akan bekerja di tempat seperti apa ia. Pun aku merasa demikian. Mencari pekerjaan itu tak semudah yang dibayangkan, bukan soal pantas atau tidak pantas namun menurutku lebih kepada memenuhi kualifikasi atau tidak. Jika aku tidak diterima di suatu pekerjaan, aku selalu meyakini bukan berarti aku jelek, hanya saja perusahaan itu tidak cocok denganku, bisa saja tidak sevisi. Aku selalu meyakini Allah sedang mempersiapkan tempat terbaik untukku, jadi kenapa aku harus risau?

Dalam prosesnya, aku amat bersyukur karena aku menjadi punya waktu untuk belajar lebih banyak. Salah satunya, menjadi bagian dalam tim Raheem Indonesia. Ini bukan promo, tapi mau disebut promo pun tak apa. Raheem adalah sebuah brand yang diusung oleh anak muda bernama Silvia Mawandini, dimotori juga oleh Aziz Muslim sebagai CEO Ngaput Indonesia, tak lupa ada Diki Amar Sidik yang bertanggungjawab terhadap design-design Raheem. Mereka hanya bertiga tapi memiliki mimpi yang besar.






Raheem Indonesia merupakan brand yang menghasilkan produk pakaian sehari-hari berupa kaos yang memuat konten-konten Islami. Tidak hanya itu, Raheem punya program bernama 1000 Rumah untuk Sahabat. Program ini merupakan program bantuan pembangunan rumah gratis untuk sahabat (orang-orang) yang membutuhkan dan bermimpi memiliki rumah pribadi, namun terkendala masalah ekonomi. 1/3 keuntungan dari penjualan kaos akan digunakan untuk program ini. Lama dong? Ya lama, ya sabar aja. :) Detail tentang Raheem dan programnya bisa dilihat di akun Ig @raheemindonesia . Wow gak? Terlihat mustahil mungkin bagi orang-orang yang memandang sebelah mata, tapi who knows? Mungkin Allah punya rencana terhadap mimpi pemuda-pemuda yang luar biasa ini.

Kapan aku bergabung dan kenapa aku bergabung???

Ini adalah jawabanku, jawaban yang selama ini aku diemin aja terhadap sebagian besar orang yang rasa pedulinya mungkin terbilang cukup tinggi dan bertanya-tanya rentan nyinyir terhadap apa yang aku lakukan. wkwk

Aku bergabung bersama Raheem tepat saat Raheem lahir alias launching brandnya. Aku bergabung sebagai marketing Raheem. What? Marketing?? Yups, sesuatu yang amat sangat aku hindari, yang aku rasa It’s not me. Namun, di Raheem ini keberanianku untuk mencoba muncul, aku tahu aku harus keluar dari zona nyaman dan belajar hal baru, dan mungkin inilah saatnya.

Kenapa harus Raheem?? Ya nggak tahu, orang yang nawarin kerjaannya Raheem. Wkwk nggak deng canda… Sebenarnya aku adalah orang yang cukup pemilih, tapi untuk memutuskan bergabung dengan Raheem entah kenapa seperti ada sesuatu yang mendorongku untuk berkata OKE! Saat itu aku langsung teringat dengan sebuah kajian yang pernah aku tonton dari Ust. Hanan tentang matematikanya Allah, hitung-hitungannya Allah beda dengan manusia. Kalau kita melakukan kebaikan di dunia, kebaikan itu mungkin saja tidak dibalas di dunia, tapi nanti di akhirat. Sejak aku kuliah dulu, prinsip yang selalu aku pegang teguh adalah ketika kita memudahkan urusan orang lain maka Allah akan mempermudah urusan kita.

Aku sudah siap menerima resiko akan nyinyiran yang datang, bahkan sebelumnya salah satu partnerku sudah menasehati. Aku mungkin akan menemukan nyinyiran

“Kamu aja masih harus dibantu, ngapain bantuin orang?”

“Kamu aja belum punya rumah, ngapain bikinin orang rumah? Mending cari kerja yang bener.”

Yaaa something like that.

Sebuah mindset yang harus diubah, bukan diubah sih yaa, tapi lebih kepada ajakan untuk saling menghargai pilihan orang lain. Kalau selamanya kita ada dalam keadaan yang patut dibantu, terus kapan kita bisa membantu orang lain?

Inget gak dengan pepatah, kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup? Nah aku mau nambahin nih, kalo wirausaha sekadar wirausaha, ya mamang tahu bulat juga wirausaha, so, ngapain cape-cape kuliah kalo kerjaannya sama? Harus ada something different, dan inilah jalan yang Raheem pilih, memiliki dampak untuk masyarakat.

Yaaa sejujurnyaa aku pun tak tahu akan bertahan di sini berapa lama, aku tak menampik bahwa aku ingin bekerja di bidang yang aku sukai. Tapi aku punya harapan meskipun ada pekerjaan lain yang menantiku di luar sana, aku akan tetap berada di sini, menjadi salah satu saksi bahwa kelak program Raheem pasti terwujud, Insya Allah.

Raheem adalah jalan yang kami pilih, tepatnya yang aku pilih, karena ketiga partnerku memang sudah mendedikasikan hidupnya untuk ini. Semoga Raheem akan menjadi jalan cinta, jalan cinta bagi kami yang senantiasa berusaha ikhlas dan sabar dalam berproses, jalan cinta bagi volunteer –konsumen kami untuk berbagi dengan sesama, dan jalan cinta bagi para sahabat untuk mewujudkan impiannya memiliki hunian yang nyaman.

Naah ini mau promo. Mau jadi volunteer? Mau membantu sesama? Mau dapat produk yang berkualitas juga? Inbox aja yaa kita silaturraheem…

Keep in touch with Raheem @raheemindonesia

Karya : Puji Astuti