Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 26 Desember 2017   17:34 WIB
Sedang Memperjuangkanmu (Sebuah Review)

“Apa-apa yang sedang aku perjuangkan saat ini adalah apa-apa yang aku perjuangkan demi kamu.”

Hmmmmmm baper gak bacanya???

Kalimat di atas adalah kutipan dari buku “Sedang Memperjuangkanmu”, apakah kalian laki-laki yang termasuk dalam hitungan sedang memperjuangkan? Atau kalian adalah perempuan yang sedang menunggu untuk diperjuangkan? Barangkali buku kumpulan prosa dan cerita ini sedikit banyaknya dapat menguatkanmu untuk lebih berani memperjuangkan atau lebih sabar dalam menunggu. Buku ini merupakan karya penulis muda bernama Robi Afrizan Saputra seorang mahasiswa kelahiran 1996, dibesarkan di Ranah Minangkabau dan sedang menempuh pendidikan di Jawa Barat. Buku “Sedang Memperjuangkanmu” adalah buku kesebelasnya, wow gak? Wow sih menurutku yang bercita-cita ingin bikin buku tapi belum kesampaian, lah ini anak udah sebelas aja :((

Halaman pengantar yang bertajuk “Memulai Sebuah Perjalanan” berhasil membuatku gentar. Pasalnya, penulis berharap bahwa siapapun perempuan yang membaca buku ini bisa menunggu dengan penuh kesabaran. Dan aku takut tak mampu sesabar itu. Aku takut di lembaran berikutnya logika ku banyak menyangkal tapi hatiku mengiyakan apa-apa yang dikatakan penulis, maklum saja, perempuan yang sedikit egois sepertiku bisa dikatakan lebih emosional jika diberi nasehat.

Bukunya menarik. Ditulis oleh seorang pemuda yang bahkan belum mengalami perjanjian berat yang sering disebut-sebut dalam buku ini –mitsaqan ghaliza, namun ia sedang memperjuangkan untuk sampai pada perjanjian itu, perjanjian yang ada dalam sebuah narasi yang tidak boleh dimain-mainkan. Bukan hanya itu, buku ini menarik karena seolah bisa membaca pikiranku, apa-apa yang pernah aku alami dituangkan dalam tulisan ini, membuat aku sewaktu-waktu tertawa, mengangguk mengiyakan, sesekali berteriak speechless sambil berpikir “Kenapa sama banget sihhh??”, atau membuat mulutku berkata “Oooooh jadi ini yang dipikirkan laki-laki.”

Well, bagaimanapun kesempurnaan itu milik Allah bukan? Tentu saja buku ini juga memiliki kekurangan. Menurutku yang kurang adalah ada beberapa kata yang terlalu banyak diulang di setiap prosanya, sehingga aku cenderung bisa menebak isi atau kata selanjutnya yang akan muncul sebelum aku menuntaskan bacaanku.  Tapi secara keseluruhan menurutku buku ini recommended, terutama untuk kamu yang ingin mendapatkan nasihat-nasihat agar dikuatkan, atau ingin sekadar ngode-ngode sama si dia biar disegerakan dengan update quotes-quotesnya.

Aku pribadi suka sekali dengan tulisan yang ini

Kita sudah sepakat untuk tidak saling menunggu dan tidak saling berharap

Tugas kita adalah mempersiapkan dengan berjarak.

Perempuan adalah makhluk paling hebat perihal menunggu.

Tanpa diminta pun, ia akan tetap memilih untuk terus menunggu.

Kamu hanya perlu yakin bahwa keberanianmu sedang ditunggu.

Jadi gimana? Mau baca? Buku ini bisa kalian dapatkan dari penulisnya langsung. So, kalian bisa menghubungi penulis lewat akun Instagram @robiafrizan1

Selamat berjuang, selamat menunggu diperjuangkan!!!

Karya : Puji Astuti