Keraguan

Puji Astuti
Karya Puji Astuti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Desember 2016
Keraguan

Bukan suatu kebohongan bila hati manusia katanya selalu berubah. Satu hari aku mendapati diri begitu yakin,, Di hari berikutnya ku dapati kembali langkah mundur. Ragu.

Banyak perkara. Ragu. Ragu. Ragu. Kapan kepercayaan diri itu kembali?

Perkara cinta? Begitu percaya diri menunggu. Esoknya mencuat tanya dalam hati, kau yakin langkahnya menuju padamu? Sudah berapa banyak yang memintamu menunggu kemudian menghilang? Tunggu. Memang dia memintamu menunggu?

Kau akan selalu dihantui rasa ragu, diam-diam cemas dan cemburu pada apa-apa yang belum tentu milikmu. Berhentilah berfantasi dengan rasa rindu yang semu. Rindunya belum tentu untukmu. Kau akan berhenti ragu, jika dan hanya jika ada derap langkah pasti yang menuju padamu. Kau akan berhenti ragu, jika dan hanya jika ada senyum di wajah ibu atas pilihanmu.

Perkara mimpi? Ah ragu dalam perkara ini seakan mencoba membunuhku. Semakin aku yakin apa mimpiku, semakin aku menyadari bahwa realitas yang ku miliki belum sejalan dengan mimpiku. Semesta memaksaku memilih, katanya hidup ini pilihan. Mampukah aku menunda apa yang menjadi mimpiku? Mampukah aku menjalani yang sebenarnya belum ingin ku jalani? Harus mampu. Jika semua ini ku lakukan untuk ibu, seharusnya aku mampu.

Perkara yang lain? terlalu banyak keraguan.

Sampai saat ini, bahkan detik ini, aku masih mencari jawaban, mencari jati diri yang kerap hilang. Menyusun kembali puing-puing rasa percaya diri, berusaha berdiri tegak meski kerap jatuh. Aku dan segala keraguan dalam hati, sedang dalam upaya pelepasan.

  • view 238