Suaraku Tentang "Suara Dari Dilan"

Puji Astuti
Karya Puji Astuti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 November 2016
Suaraku Tentang

Jika kalian mengatakan bahwa kalian penggemar tokoh Dilan, maka aku adalah salah satu di antara kalian yang berada dibarisan paling depan. Menyukai seseorang bukan berarti menyukai keseluruhannya. Aku tetap sepakat dengan Milea bahwa tindakan Dilan dengan geng motornya itu cukup membahayakan. Entahlah aku tak bisa membandingkan zaman Dilan dan zamanku kini tentang bagaimana geng motor beraksi karena aku tak pernah menjadi bagian di dalamnya. Aku tak ingin menjudge, hanya media mengkonstruksi itu sebagai sesuatu yang patut diwaspadai. Oke, skip tentang geng motor..

Cerita di bagian awal bab dalam buku ini masih sedikit datar, mungkin karena bagian yang paling menarik dari Dilan adalah bagian ketika ia menunjukan sisi romantis yang natural dan yang apa adanya sebagaimana Dilan tanpa niat untuk menjadi seterkenal sekarang. Kemudian bab-bab selanjutnya mulai masuk pada ceritanya dengan Milea, mulai dari cerita indah, perasaan resah, sampai kata pisah. Selain tentang keromantisannya, kehidupan Dilan bersama keluarga disana digambarkan sangat harmonis dan hangat.

Tentang Dilan bagiku luar biasa. Dilan adalah sosok yang berbeda, yang menyadarkan aku banyak hal, bukan melulu menyoal cinta. Bagiku Dilan adalah laki-laki yang selalu berusaha membuat perempuannya senang, tenang, dan menghargai apapun sikap sang perempuan meskipun kadang membuat dia kesal. Dilan adalah sosok yang percaya pada dirinya sendiri, percaya bahwa dia adalah dia yang tak harus menjadi siapa-siapa untuk membuat orang lain tertarik kepadanya. Dilan adalah seseorang yang menyukai kesederhanaan, yang mampu membuktikan bahwa bahagia tak perlu mewah. Dilan adalah seseorang yang sangat menjunjung tinggi rasa setia kawan, yang tak pilih-pilih dengan siapa harus berteman.

Dilan, Dilan bagiku adalah seorang yang setia, yang tidak dengan mudah melupakan semua memori indahnya. Dilan adalah Dilan yang tidak suka mendramatisir rasa rindu dan patah hati, ia punya caranya sendiri agar luka bisa ia balut dengan bahagia. Dilan mengajarkanku untuk tak menjudge orang lain, Siapa kita? Apa hak kita mengomentari keburukan orang lain? Dari Dilan aku belajar berkaca pada diri sendiri, jika seseorang ada di dunia yang menurut kita buruk, berpositiflah bahwa ia tidak ingin ada disana, sepenuhnya pahamilah bahwa ada yang lebih hitam lagi dibalik apa yang ia lakukan.

Dari ceritanya bersama Milea, Dilan mengajarkan bahwa segala sesuatu harus dikomunikasikan, jangan sampai kemudian menyesal hanya karena sebuah kesalahpahaman. Lebih dari itu, Dilan mengajarkanku untuk memaafkan, melepas, dan berterima kasih pada masa lalu. Dulu aku terlalu sibuk pada rasa benci, luka dan lain sebagainya tanpa bertanya pada diri sendiri, apa yang salah darimu sampai kemudian dia pergi? Maaf atas segalanya, maaf atas benci yang berapi-api, terima kasih untuk waktu yang pernah disempatkan, untuk pengorbanan yang belum sepantasnya diberikan. Pun seperti Dilan, aku percaya di dalam caranya masing-masing, setiap orang melakukan kesalahan. Dan, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk dimaafkan.

Jadi, apa perlu baca Dilan?? Jika kalian ingin suguhan cerita ringan dengan tutur bahasa yang tak perlu membuat kalian berpikir dan memiliki rasa humor yang tinggi, kalian perlu baca Dilan. Jika kalian ingin suguhan cerita ringan tentang sesuatu yang tak hanya soal cinta tapi juga persahabatan dan keluarga, Dilan juga adalah jawabannya.

Sumber gambar <http://ayahpidibaiq.blogspot.co.id/2016/03/milea-suara-dilan.html>

  • view 342