Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 12 Juli 2016   13:44 WIB
Purnamaku Part#1

Jangan berusaha mencari tahu siapa tokoh dalam cerita ini, jika kebetulan kamu tahu? cukup diam. Jika kebetulan itu kamu? Pun cukup diam. Tulisan ini dibuat bukan untuk menarik perhatian, bukan permintaan untuk mengulang kenangan. Ini hanya sekadar curahan hati yang berusaha diungkapkan, dengan harapan rindunya pun akan menghilang kemudian…

Part #1

Mei 2015

Aku melihat bulan bersinar cantik. Aku rasa bulan sedang berada pada bentuk sempurnanya. Waktu yang tepat dimana aku mulai menyadari aku menyukainya. Ku panggil ia bulanku, purnamaku. Pertama kali dia hadir dalam hariku yang kelam, aku cukup tahu diri untuk tidak berharap lebih atas kehadirannya. Pengalaman sudah mengajarkan banyak hal tentang bagaimana kecewanya berharap lebih atas kehadiran manusia. Kini aku jauh lebih paham harapan yang tinggi hanya pantas digantungkan pada Sang Pencipta, Allah SWT. Meskipun begitu, aku tak bisa menampik kehadirannya. Saat ini aku berada di ujung sepi, saat aku merasakan bagaimana rasanya terluka, saat aku benar-benar membutuhkan orang yang menguatkan, dia datang seperti rembulan yang memberikan cahaya utuhnya untukku, hanya untukku.  Ku pikir,,,

Kehadirannya antara ada dan tiada, tapi hatiku merasa dia nyata. Kehadirannya membawa semangat, menjadi pelengkap di saat lelah menghampiriku. Dia baik, cerdas, konyol, itu yang ku tahu. Banyak yang orang katakan tentang dia, tentang sikapnya, tentang bagaimana sebaiknya aku tak terlibat terlalu jauh dengannya, tapi aku tak peduli. Aku berusaha tak peduli apapun yang orang katakan tentang kekurangannya, bagiku setiap orang memiliki karakter dan ceritanya sendiri, begitupun aku, begitupun dia. Dia mampu membuat aku tertawa dengan hal-hal konyol yang ia ceritakan, mampu membuatku berpikir lebih luas tentang hidup dan tantangan yang ada di depanku, mampu membuat aku merasa lebih kuat menghadapi hari-hari yang berat.  Satu bulan yang ku lalui menjadi lebih indah saat dia hadir.

Selang waktu berganti, saat bulan hanya menampakkan sabitnya, kehadirannya pun mulai pudar.. Dia menghilang, bussssssh seperti terbawa angin. Bagaimanapun aku dan bulan saat ini, tak mengurangi rasa terima kasihku atas kehadirannya yang cukup singkat, atas cerita indah yang kita rangkai bersama dalam dua tempat yang berbeda, atas semangat yang membuat aku mengerti besarnya makna saling mendukung dalam upaya paling kecil. Seperti yang ku katakan di awal, aku cukup tahu diri agar tak berharap lebih atas kehadirannya… Terima kasih untuk nasehat yang selalu mengingatkan aku bahwa cobaan dalam hidup hanya ujian naik kelas, terima kasih atas kasih sayang yang pernah diberikan meski kasih sayang itu terlampau singkat, sesingkat cerita tentang kita….

Sumber Gambar

<http://sains.kompas.com/read/2015/12/23/22325791/Bulan.Purnama.Langka.Akan.Terangi.Malam.Natal.2015>

Karya : Puji Astuti