Tontonan vs Tuntunan

Pudji Lestari
Karya Pudji Lestari Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 September 2016
Tontonan vs Tuntunan

Tontonan vs Tuntunan 

Televisi jaman sekarang banyak sekali didominasi oleh tayangan berbau sinetron dan juga reality show. Tak jarang banyak sekali komplain dari masyarakat berkaitan dengan pengaruh berbagai tayangan televisi. Kebutuhan meninggikan rating seolah olah menepis kebutuhan untuk memberikan pendidikan dan juga bahan pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat. Televisi berlomba lomba menyuguhkan berbagai tayangan, asalkan laku di tonton masyarakat. Mereka tidak peduli bagaimana efek dari tontonan yang hanya mengejar rating belaka. Beberapa waktu lalu, beberapa siswa SD berkelahi karena terinspirasi tontonan di televisi berjudul "Manusia Hari Hari". Apakah latas tontonan itu dihentikan??? Ohh,,, tentu tidak. Malahan diberitakan rating makin tinggi karena para pemainnya mengadakan jumpa fans untuk mengobati rasa kangen penggemarnya...

Beberapa waktu yang lalu,  Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk bertemu dengan para pimpinan media massa dan elektronik. Beliau berpesan bahwa kedepankan unsur mendidik dalam tiap berita dan juga tayangan tv. Jangan hanya meninggikan rating asal asalan, bahkan sampai meninggalkan nilai nilai pendidikan dan edukasi di dalamnya. Hal ini sejalan dengan usia penonton televisi yang kebanyakan usia anak dan remaja. Tontonan di televisi akan menjadi inspirasi baru bagi mereka. Jika tontonan banyak mengajarkan pola pergaulan bebas remaja dan itu disiarkan terus menerus, maka anak akan menganggap bahwa perilaku pergaulan bebas itu wajar wajar saja dilakukan. 

Namun tidak semua tayangan tv hanya mengejar rating semata. Salah satu yang pernah saya tonton adalah acara Big Bang di kompas Tv. Acara tersebut, menurut keluarga saya sangat berbeda dari acara tv lainnya, karena yang diangkat adalah inovasi generasi muda untuk memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Salah satu tayangan yang cukup bagus adalah Papan Untuk Semua. Menurut penggagasnya, komunitas papan untuk semua mencoba memberikan hunian yang layak kepada masyarakat dengan perekonomian rendah. Jebolan Arsitek tersebut memberikan pesan bagi arsitek lainnya “jangan hanya terjebak dengan masalah gaji, namun berikan ilmu arsitek yang dimiliki untuk membantu orang lain”. Selama ini dalam program papan Untuk Semua menggunakan sistem subsidi silang. Sehingga masyarakat kurang mampu bisa menikmati hunian yang layak.

Respon keluarga saya atas cara Big Bang tersebut sangat positif sekali. Bahkan suami saya mengatakan  “ Saya merasa malu, pengisi acara Big Bang yang masih muda muda saja punya karya untuk pemberdayaan masyarakat, sedangkan saya masih jauh kontribusi bagi masyarakat”. Setiap minggu malam keluarga saya selalu menyempatkan untuk menonton acara Big Bang. Karena setelah menonton acara tersebut, kita mendapatkan tuntunan dan makin termotivasi memberikan karya dan juga pemberdayaan bagi masyarakat di sekitar.

  • view 198