Kuisi dengan Puisi

Rahman Hidayah
Karya Rahman Hidayah Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Juni 2016
Kuisi dengan Puisi

Kucoba untuk mencabut pedih dalam lirih, namun tetap saja masih perih

Mataku masih merekam hari itu dengan jernih, juga mulut yang berbicara begitu fasih

Memutar balikkan waktu sebagai tanda frustasi, seperti itu jika yang berbicara adalah hati

Rindu yang berkobar bagai api, serta mengalir bagai air dalam nadi ini

 

Hati telah mengeluh pada logika, menggugat diri untuk merdeka

Sunyi datang disertai fakta, pahit dan tak bisa kuterima semua realita

Menyapa rindu yang bersemayam dalam kekurangan, membuat diri ini larut dalam kesenangan

Di ujung rindu ada kenangan, kenangan yang dirampas oleh kepentingan

 

Dalam imajinasi rindu menjadi nyata, namun perasaan masih meronta-ronta

Mungkin jalan hidupku bersama realita, waktu merenggut dan menyita

Jika harus merindu pada waktu, aku akan selalu menatap masa lalu

Waktu yang membelenggu masa lalu, namun caraku kembali hanya dengan merindu

  • view 190