Waktu

Rahman Hidayah
Karya Rahman Hidayah Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Juni 2016
Waktu

Aku ingin lupa. Lupa segalanya tentangmu, menghapus kehadiranmu di tiap malamku yang penuh nelangsa karenamu. Pergilah, dan kumohon jangan tinggalkan bekas lagi, sebab itu akan mengingatkanku akan luka yang sering kau hadiri. Terkadang aku begitu naif, sungguh begitu naif. Kadang aku terpaksa tersenyum, seolah-olah aku telah lupa segalanya tentangmu. Namun percuma membohongi perasaan yang bisu, sebab kebenaran akan melupakanmu sungguh begitu palsu. Ajarkan aku cara membecimu, biarkan ucapan kasar yang keluar dari mulut ini mencibirmu.

 

Kabar dari relung hatiku...


Ingin kukabarkan kisah duka kepada dunia tapi bibir ini masih saja kaku jika bercerita tentang kita. Jalan hidupku masih saja tentangmu, bayangmu, pelukmu hingga wajahmu yang selalu hadir dalam semu. Masa lalu yang masih saja menjadi benalu dan tak pernah ingin beranjak pergi dariku. Ingin kusesali waktu yang aku buang percuma karena dirimu yang selalu datang menyapa dikala aku sedang bercumbu dalam sepi. Namun aku tak pernah menyalahkan waktu sebab waktu tak pernah membawaku kembali pada saat itu, saat dimana kebahagiaan kita masih hangat dalam ikatan satu.

 

Dosa air mata ingatan masa lalu...

Datang dari masa lalu yang terus menghadirkan rindu...

Tak bisa kulupa semua tentangmu yang selalu hadir dalam bayang semu...

Waktu yang dapat membuat cinta menjadi benci dan ingat menjadi lupa. Aku percaya padamu...

Waktu...

 

Air mata yang tak akan pernah kau pahami...


Merintik bersama hujan, air mataku jatuh dilain pelukan. Mendengar kabarmu yang telah bersama orang lain cukup membuatku tenang dalam hangatnya kebersamaan. Dalam do’aku namamu telah tiada, mungkin sudah usang karena luka. Segala tentangmu masih ada di sini, yaa di sini.. di hati. Namun tak akan lama lagi peggantimu akan hadir sebab aku percaya tuhan itu selalu memberi yang terbaik di akhir. Sudah cukup tentangmu, sekarang saatnya aku tersenyum. Mungkin suatu saat kau akan hadir lagi, membawa rasa yang baru agar kita dapat bersatu kembali. Namun maaf, tak ada lagi cinta yang dapat kuberi. Jangan usik malamku lagi, biarkan aku berpelukan bersama sepi jika itu adalah cara yang terbaik untuk melupakanmu. Sekali lagi maaf, jika suatu saat aku telah lupa...