Menemukan Keindahan, di-Eksploitasi Anak

Priyo HonWin
Karya Priyo HonWin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2016
Menemukan Keindahan,  di-Eksploitasi Anak

Menemukan Keindahan,? di-Exploitasi Anak

?

Saya dan anak kecil saya mempunyai kebiasaan, setiap week-end melakukan kegiatan bersih bersih .

Kadang membersihkan kendaraan, tempat tidur , kamar mandi juga jendela.

Suatu saat anak saya bertanya , ? Ayah , temen aku ?kok? selalu bilang ??? eh Wini, Kenapa kamu mau di-eksploitasi sama ortumu, bahaya lho itu karena eksploitasi itu dilarang sama undang- undang,? bisa-bisa dilaporin lho ?bapakmu ke Polisi kalau ?tetep melakukan Eksploitasi.

Sejenak saya sempat kaget, darimana itu kata ? Eksploitasi anak? mereka dapat informasinya, saya saja baru denger lewat berita berita di Media setelah dewasa, dan masih belum memahami betul apa itu ? Eksploitasi anak?.

Semisal, ada orang tua atau perusahaan, kena masalah hukum tentang exploitasi anak ketika membiarkan anak dibawah umur untuk membantu bekerja.

Tapi dilain sisi ketika di televisi banyak anak-anak ?kecil yang sudah harus kejar tayang, ikut berbagai macam ajang-ajangan, tidak pernah saya mendengar ada yang mempermasalahkan dengan Eksploitasi anak..?

Jadi Apa gerangan yang dimaksud ? eksploitasi anak??

Ketika sesuatu dikatakan ?Eksploitasi anak?, tapi? bagi anaknya sendiri itu adalah suatu keindahan, kebahagian, bukan suatu beban, malah dia bisa menikmatinya. apa itu? tetep ?eksploitasi anak?..?

Anakku, tetaplah engkau lakukan pekerjaan eksploitasi itu, jika di situ membuatmu bahagia, ulet, pantang menyerah, ringan tangan, dan tidak mudah menyerah. Semoga ?engkau mendapatkan efek psoitifnya menjadi anak yang tidak ? Gomoh? . Ayahmu siap dihukum klu itu adalah melanggar UU eksploitasi anak, karena ?bagi bapakmu , Hukum itu dibawah Moral dan diatasnya adalah Keindahan

?

Astaghfirullah,

Jakarta 18 Feb 2016

  • view 154