Menggairahkan LGBT

Priyo HonWin
Karya Priyo HonWin Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Februari 2016
Menggairahkan LGBT

Menggairahkan LGBT

Membaca judulnya kemungkinan sebagian besar pembaca akan berasumsi secara negatif ataupun positif. Sedangkan pilihan negatif ataupun positif adalah kebebasan kita untuk memilihnya. Tetepi kita memiliki kecenderungan untuk berpikir negatif, padahal Tuhan menciptakan sesuatu itu tidak ada yang sia sia ( Ali Imron 3-191).

Hari-hari in, pikiran kita terjebak oleh istilah LGBT, ada yang pro ada yang kontra. Baik kelompok yang pro maupun yang kontra mereka mempunyai alasan yang menurut mereka adalah benar. Dan harus bagaimana menyikapi dua kelompok tersebut. Kalau kita mau mengamati atau jawanya ?Niteni? sebenarnya pernyataan apapun itu , walaupun diambil dari kitab Suci, itu bisa dimaknakan negatif ataupun positif. Jadi kenapa kita tidak membiasakan untuk melihat sesuatu dengan dzon yg positif (Khusnudzon) dari pada yg negatif (Suudzon).

Dari sesuatu yang negatifpun kita bisa mendapatkan ilmu, ketika sesuatu yang dianggap negatif itu kita jamaahkan atau ditransformasikan dengan Laku , Gerak Bersama Tuhan. Tapi kecenderungan kita adalah menuhankan diri, kelompok dan pendapat , lupa sama Tuhannya diri, kelompok dan pendapat. Terus kalau sudah berlaku seperti itu maukah kita dibilang ?Syirik?. Yang terjadi malah perdebatan semakin tidak objective dan kebiasaan kita adalah melupakan issue awal, dengan memunculakan issue baru.

Kita kembali ke issue awal tentang LGBT, Saya yakin seorang yang berlaku sebagai LGBT, Pencuri, Pelacur, Pemabuk, Perampok, atupun pecandu ketika kecil tidak bercita-cita seperti itu. Kita berhak membenci kelakuannya tetapi bukan ke orangnya. Daripada membenci kenapa kita tidak mencari pemahaman kenapa Mereka berlaku seperti itu. Jangan sampai berlaku benci tapi rindu, Seperti kita benci dengan LGBT tapi kita selalu rindu dengan tayangan TV yang mempertontonkan laki2 yang telah terbunuh sifat kelaki-lakiannya. Kita benci sama Koruptor tp begitu kita mendapat cipratan hasilnya kita jadi hormat, Pertanyaannya kenapa kita lebih senang menilai orang lain tp ke diri sendiri kadang malah lupa menilai (Intropeksi diri), jangan- jangan kita lupa klu kita itu ada (diadakan)?

Alangkah indahnya klu kelompok yang pro dan kontra duduk bareng sambil ngopi, terus mendiskusikan kenapa sesorang itu sampai masuk kelompok LGBT, apakah berasal dari inisiatif sendiri atau pemberian..? Ingat? Tuhan berhak menyesatkan atau memberi petunjuk. Dan klu mau sadar kita itu aslinya masih tersesat makanya bagi umat Muslim diwajibkan meminta jalan yg lurus/benar minimal 17x sehari. Berpikir negatif dan positif itu pilihan, ketika pikiran negatif baru sampai dalam pikiran belum ke Laku atau Gerakan maka itu belum dosa, sedangkang berpikir Positif walaupun belum kejadian sudah dapat 1 point, point akan berlipat ketika yang positif itu tertransformasi ke Laku , Gerak Bersama Tuhan (LGBT). Untuk bisa mengairahkan LGBT (Laku, Gerak Bersama Tuhan), maka pikiran kita harus disambungkan ke hati supaya ketemu sama Cahaya hati (Nurani).

Astaghfirullah,

Jakarta 12 Feb 2016

?

?

?

  • view 179