Titip Rindu Buat Bapak

Prischalia Rahfidhanita
Karya Prischalia Rahfidhanita Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 13 Maret 2016
Titip Rindu Buat Bapak

Berbicara soal takdir, umur dan ajal. Ya, tak ada yang tahu kecuali Sang Pembuat Skenario. Orang terdekatnya pun tak pernah tahu ketika tiba ? tiba orang yang sangat dicintai dan disayanginya telah berpulang ke Rahmatullah. Terkadang ada rasa protes kenapa bisa secepat ini. Tapi aku pun tahu bahwa semua yang ada di bumi dan di langit milik Yang Kuasa. Ya, Dia lah yang berhak mengambil sewaktu ? waktu. Sudah takdir juga bahwa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Yang terpenting kita selalu mendoakan agar kelak kita bisa berkumpul lagi di surga-Nya.

Luka ini mengajarkanku artinya menerima. Ya, menerima suratan takdirMu. Aku tahu seperti ini rasanya kehilangan orang yang dicintai. Air mata ini terkuras habis. Kadang aku ingin protes. Kami dekat sekali layaknya Bapak pada anaknya. Beliau mengajarkanku banyak hal. Dan tiba ? tiba, Ia mengambilnya dariku. Seorang bapak sekaligus rekan kerjaku. Beliau sudah seperti Bapak kedua buat saya. Semua candaan dan wejangannya beliau tumpahkan ke saya. Siap maupun tidak harus aku terima dengan ikhlas. Kau berhak mengambilnya sewaktu ? waktu tanpa meminta ijinku terlebih dahulu. Saat ini aku ingin diberikan kekuatan hati, kekuatan untuk menerima dengan ikhlas bahwa segala sesuatu yang sudah menjadi milik-Mu tak sepantasnya kami minta kembali.

Bapak, terima kasih sudah mengajarkan banyak hal kehidupan. Aku berjanji akan selalu menjaga pesan Bapak, janji untuk jadi calon istri shalehah dan bidadari yang dirindukan surga. Ketahuilah Pak, aku ingin membisikkan ditelinga Bapak bahwa aku sangat menyayangi Bapak, rindu candaan Bapak. Selamat jalan Bapak, semoga Allah memberikan tempat terbaik disisi-Mu, sampai ketemu di surga Pak.

  • view 257